Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Inilah 5 keburukan rumah sakit di Indonesia yang perlu diketahui

Inilah 5 keburukan rumah sakit di Indonesia yang perlu diketahui

KoPi| Rumah sakit merupakah harapan bagi para pasien untuk sembuh. Akan tetapi di Indonesia, rumah sakit masih memiliki keburukan yang menyebabkan pasien kecewa. Berikut adalah 5 keburukan rumah sakit di Indonesia secara umum hasil investigasi KoPi.

1. Administrasi rumit

Para pasien biasanya mengeluh tentang administrasi rumah sakit yang rumit. Para pasien harus mengisi data-data yang formulirnya tidak efektif. 

2. Pelayanan pegawai administrasi tidak prima

Pegawai administrasi rumah sakit yang langsung berhadapan dengan pasien atau keluara pasien sering memperlihatkan perilaku lamban, wajah tidak ramah, dan tidak komunikatif. Staf resepsionis, kasir sampai pencatatan data tidak berperilaku prima dengan memberi senyum, kecepatan layanan dan asistensi mencukupi. 

3. Perawat satu dimensi

Artinya para perawat hanya menjalankan tugas satu dimensi seperti memberi obat, menyuntik, dan memeriksa pasien. Tidak banyak perawat yang juga menciptakan komunikasi dengan tujuan membesarkan hati pasien. 

4. Tempat parkir tidak memadai

Saat ini kendala yang menyolok adalah tempat parkir tidak memadai. Jumlah pasien yang banyak, dan para pengunjung lainnya, sering kesulitan mencari tempat parkir. Tidak sedikit rumah sakit yang membiarkan kendaran pasien dan keluarga diparkir di jalan umum. Hal ini tentu merugikan kepentingan umum.

5. Dokter kilat

Para dokter di rumah sakit jika mengunjungi pasien tidak memiliki banyak waktu. Biasanya antara 5-8 menit saja. Dokter datang, memeriksa kondisi pasien, lalu memberi perintah perawat memberi obat. Kecenderungannya para dokter tidak mengoptimalkan waktu untuk berkomunikasi secara prima. Komunikasi yang membuat psikologi pasien makin kuat.

Lima keburukan tersebut di atas masih merupakan masalah utama rumah sakit-rumah sakit di Indonesia. Tidak heran, banyak orang Indonesia pergi ke Malaysia dan Singapura untuk berobat. |YP

back to top