Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Ini tanggapan rektor UGM pada wacana kedatangan dosen asing.

Sleman-KoPi|Rektor Universitas Gadjah Mada, Panut Mulyono tak mempermasalahkan datangnya tenaga kerja asing seperti dosen dan profesor asing datang mengajar ke universitas-universitas di indonesia. Hal itu ia katakan dengan garis bawah asalkan mereka (dosen asing dan professor asing ) tidak mengambil alih seluruh mata kuliah wajib oleh dosen-dosen dalam negeri. 
 
Rektor menyampaikan hal tersebut sebagai respon terhadap peraturan presiden (PERPRES) Nomor 20 tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing yang terbit pada 26 Maret 2018 ,khususnya pada wacana kemenristekdikti yang menginginkan datangnya 200 dosen asing. Sehingga muncul pula kekhawatiran dosen-dosen asing tersebut dapat meng alih pekerjaan tetap dosen-dosen dalam negeri
 
Menurutnya, kekhawatiran ini sangatlah lumrah. Ia pun menekankan selama dosen-dosen dan tenaga asing tersebut diberikan tempat yang sesuai keberadaan mereka dibutuhkan, maka hal ini tidak akan menimbulkan permasalahan di berbagai institusi.
 
"Ketika memberikan pekerjaan kepada tenaga asing itu pada bidang-bidang yang kita perlukan dan jika jumlahnya (bidang yang ditangani) itu terbatas. Maka saya kira tidak ada masalah kedepannya,"ujarnya saat ditemui di kantor Rektor UGM, Kamis (19/4).
 
Ia pun menjelaskan bahwa UGM sendiri memiliki dosen asing yang jumlahnya sedikit. Jumlahnya kurang dari 1% dari total jumlah semua dosen yang ada di UGM. Kebanyakan dosen asing tersebut berada di Fakultas Ilmu Budaya UGM dan mengajar di prodi Bahasa Korea dan Bahasa Jepang. 
 
Mereka (dosen-dosen asing) inipun juga tidak dipekerjaan sebagai dosen tetap, tetapi hanya dipekerjaan dalam jangka waktu yang lama. Sementara di fakultas lain, keberadaan dosen-dosen asing hanya datang temporer, entah itu, harian, mingguan, ataupun 3 bulanan. 
 
"Kalau di UGM itu keberadaan dosen asing itu sudah sangat biasa. Kita saat ini pun di FIB ada beberapa dosen asing seperti dosen bahasa Korea, seperti bahasa Jepang dan bahasa lainnya itu sampai satu tahun. Kemudian di fakultas lain ada dosen yang datang kesini temporer yang tujuannya mengajar dalam beberapa minggu atau beberapa saat. Kunjungan paling sering diadakan adalah untuk kuliah umum,"tutur panut.
 
Panut pun menambahkan pola UGM dalam mendatangkan dosen-dosen asing bukan lewat gaji, namun hanya sebagai bentuk kerja sama antara UGM dan Universitas asing untuk membangun jejaring, kolaborasi penelitian, serta kolaborasi antar dosen dalam negeri dan dosen asing. Ia pun menerangkan UGM tidak akan bisa menggaji dosen asing yang menggantikan dosen dalam negeri.
 
"Mereka datang dengan dana sponsor atau mitra dari negera mereka. Namun jika semisal kami diberikan tambahan dosen asing (oleh pemerintah), kami dengan senang hati mau tapi asal kami tidak membayar gajinya karena jika membayar gajinya akan sangat berat,"imbuhnya.
 
Mengenai keuntungan yang bisa diambil dari kedatangan tenaga kerja asing ke UGM, Panut memaparkan mereka bisa datang sebagai katalisator kepada mahasiswa untuk mengenal luar negeri dan terbiasa dengannya. Kepada dosen-dosen UGM, mereka dapat membangun kualitas institusi dengan penelitian-penelitian mendalam dan mampu mencerahkan dunia akademis indonesia dan UGM.
 
"Sehingga nantinya mahasiswa dan mahasiswi kita terbiasa interaksi dengan orang asing, bekerja di luar negeri, atau bekerja di perusahaan asing. Kepada dosen-dosen, semoga hal ini bisa menciptakan kerja sama yang baik agar bisa menghasilkan penelitian yang baik dan mendalam," pungkas Panut.
back to top