Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Ini kata Kahiyang Ayu puteri Jokowi paska gagal masuk CPNS

Ini kata Kahiyang Ayu puteri Jokowi paska gagal masuk CPNS
Surakarta-KoPi. Kahiyang Ayu, puteri kedua Jokowi presiden, gagal masuk CPNS di Kota Solo. Sebab nilai wawasan kebangsaannya tidak mencapai persyaratan minimal.

Akibat kegagalannya itu, tidak sedikit yang melakukan perundungan (bully) terhadap Kahiyang. Bahkan media seperti Jawa Pos menjadikannya sebagai headline dengan tag line "nilai wawasan kebangsaan jeblok".

Kahiyang Ayu menulis di akun twitternya @Ayangkahiyang: "Lulus ujian=kkn, nggak lulus ujian=bego". Respon-respon empatik pun berdatangan.

Salah satu respon empatik itu dari akun luar biasa.... nilai karakter kejujuran dan kemampuan. Semoga bisa jadi acuan contoh bagi putra putri indonesia yg lainnya.


Novri Susan, sosiolog dari Universitas Airlangga menjelaskan bahwa anak-anak Jokowi kini mendapatkan perhatian luas paska pelantikan presiden.

"Kehidupan akan berubah drastis, kebebasan tidak seperti dulu lagi, dan pagar nilai-nilai akan terasa seperti penjara besi untuk para anak presiden Jokowi."

Menurut sosiolog yang juga pakar branding tersebut proses penyesuaian akan ditandai oleh perubahan tutur kata, gestur dan letupan-letupan kecil seputar gaya hidup. Anak-anak Jokowi akan melawan untuk kebebasan sebagai manusia sosial sebagaimana warga lainnya.

"Saran saya, anak-anak presiden mawas diri pada setiap kata, gestur, dan segala tindakannya. Mereka menjadi representasi keluarga Indonesia". Pungkas Novri.*

 

Reporter: Amanullah Ginanjar W.

back to top