Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Ini kata Al-Quran mengenai Alien

Ini kata Al-Quran mengenai Alien
KoPi | Hingga sekarang, pertanyaan terbesar manusia tentang alam semesta, yaitu apakah manusia satu-satunya makhluk berakal yang ada di alam semesta ini, masih belum terjawab. Para ilmuwan masih mencari dan meraba-raba hingga ke sudut-sudut galaksi, mencari planet yang mungkin memiliki kehidupan. Namun, tahukah Anda bahwa Al-Quran ternyata telah lama mengungkapkan keberadaan alien kepada umat manusia?
 

Al-Quran adalah kitab yang mengagumkan. Tidak hanya berisi wahyu dan petunjuk hidup untuk umat manusia saja, di dalamnya terkandung fakta rasional ilmiah. Salah satu fakta ilmiah yang ada di dalam Al-Quran adalah keberadaan alien.

Bukti keberadaan alien di Al-Quran yang pertama disinggung di dalam surat Ar-Ra’du ayat 15. “Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala man yang ada di langit dan bumi, baik dengan kemauan sendiri (taat) ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari” (QS Ar-Ra’du 15). Demikianlah bunyi surat tersebut.

Dari ayat tersebut ada beberapa tanda mengenai keberadaan alien. Pertama adalah kata ‘man’ di awal ayat. Dalam tata bahasa Arab, kata ‘man’ menunjukkan makhluk yang berakal, yaitu manusia, jin, malaikat, dan iblis. Namun sebenarnya siapa yang dimaksud ‘man’ dalam ayat tersebut?

Jawabannya ada di lanjutan ayat tersebut, “...baik dengan kemauan sendiri (taat) ataupun terpaksa...”. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang taat dan ada juga yang terpaksa patuh. Artinya, manusia memenuhi kategori sebagai ‘man’ tersebut.

Bagaimana dengan makhluk lain, dalam hal ini berarti malaikat, jin, dan iblis? Malaikat sebagai ciptaan Allah tidak ada yang terpaksa patuh, karena mereka hamba Allah yang sangat taat. Artinya, malaikat tidak termasuk dalam kategori ‘man’ ini. Golongan jin juga ada yang taat dan terpaksa patuh. Sedangkan iblis adalah makhluk yang terpaksa taat atau membangkang kepada Allah, sehingga juga bukan termasuk dalam kategori ‘man’ ini. Artinya, manusia dan jin bisa termasuk dalam kategori ‘man’ ini.

Namun, dalam lanjutan ayat tersebut, ada yang membedakan antara manusia dan jin. Lanjutan ayat tersebut yang berbunyi “...bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari”. Hal ini menunjukkan bahwa mereka yang termasuk dalam kategori ‘man’ ini berarti harus memiliki bayangan. Sebagai makhluk halus, jin bukanlah makhluk yang memiliki bayangan. Artinya ‘man’ yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah manusia.

Kemudian, jika kita mengganti kata ‘man’ dengan kata manusia, maka ayat tersebut akan berbunyi “Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala manusia yang ada di langit dan bumi, baik dengan kemauan sendiri (taat) ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari”. Artinya, Allah memberi petunjuk bahwa ada manusia yang hidup di Bumi dan ada yang hidup di langit.

Manusia yang hidup di bumi sudah jelas adalah kita. Namun, siapakah manusia di langit? Merekalah yang kita sebut sebagai alien itu. Kedua jenis manusia tersebut disebutkan ada yang taat dan ada yang terpaksa patuh, serta memiliki bayang-bayang.

Selanjutnya kita membahas mengenai bukti ke dua keberadaan alien berdasarkan Al-Quran, yaitu di dalam surat As-Syura ayat 29. “Di antara tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan dabbah (makhluk-makhluk yang melata) yang Dia sebarkan pada keduanya (langit dan bumi). Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya” (QS As-Syura 29).

Dalam ayat tersebut ada satu kata yang perlu penjelasan lebih mendalam, yaitu kata ‘dabbah’ atau makhluk melata. Dalam bahasa Arab, ‘dabbah’ yang dimaksud memiliki ciri-ciri yaitu memiliki beragam warna dan jenis, dapat berkembang biak, beberapa spesies dapat berbicara, berjalan di atas perut atau dengan dua atau empat kaki, dan membutuhkan tempat berpijak.

Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah mengatakan, dabbah merujuk kepada makhluk yang bergerak, bisa merentang dari binatang besar hingga mikroorganisme. Artinya ‘dabbah’ adalah makhluk biologis seperti hewan atau manusia. Sedangkan Ahmad Hassan dalam tafsir cetakan tahun 1956 menjelaskan, surat As-Syura ayat 29 berarti menyebutkan bahwa “...di langit-langit (di bintang-bintang) ada benda hidup yang merayap. Allah berkuasa mengumpulkan makhluk-makhluk itu sesudah matinya di hari kiamat”.

Namun, di sisi lain, kita tidak menemukan pernyataan di surat As-Syura ayat 29 bahwa manusia dan alien akan dipertemukan di hari kiamat nanti. Allah menegaskan akan mempertemukan manusia dan alien (dabbah) jika Allah menghendakinya. Artinya, tidak menutup kemungkinan bahwa sebelum kiamat datang, Allah akan mempertemukan kita dengan alien tersebut.

 

Mungkin, suatu saat nanti, jika teknologi manusia sudah memungkinkan kita untuk perjalanan antar bintang atau antar galaksi, Allah akan mengijinkan kita bertemu dengan alien-alien itu. Wallahu ‘alam bissawab.

back to top