Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Ini dia penyebab mata merah

Ini dia penyebab mata merah
Surabaya–KoPi| Salah satu penyakit yang harus diwaspadai saat musim pancaroba dan kemarau adalah mata merah. Mata merah sebenarnya merupakan sebutan umum untuk iritasi mata. Mata berubah menjadi berwarna merah karena pembuluh darah di sekitar mata membesar dan membengkak, menimbulkan nuansa merah.

Dokter spesialis mata dari Erry Dewanto Center, Dr. Erry Dewanto, Sp.M., mengatakan, mata merah biasanya disebabkan karena alergi, mata lelah, terlalu sering menggunakan lensa kontak, atau infeksi mata umum.

“Namun ada kalanya mata merah merupakan tanda adanya penyakit mata yang lebih serius,” tegas Dr. Erry.

Menurut dokter mata yang berpraktek di Mojoagung dan Warujayeng itu, umumnya mata merah disebabkan beberapa hal. Masalah paling umum dan mudah menular adalah konjungtivitis. Infeksi ini disebabkan karena udara yang membawa penyakit dan paling sering menyerang anak-anak.

Hal lain yang dapat menyebabkan mata merah adalah mata kering. Mata kering terjadi karena kelenjar air mata tidak mampu memproduksi air mata yang cukup untuk menyegarkan mata. Jika keadaan itu menjadi kronis, permukaan mata akan teriritasi dan terinflamasi, membuat mata terlihat merah.

Dr. Erry menambahkan, salah satu penyebab mata merah yang sering tidak disadari adalah perawatan lensa kontak yang tidak tepat. “Kalau lensa kontak tidak dibersihkan dengan benar, dapat menyebabkan penumpukan kotoran dan mikroba,” jelas Dr. Erry.

Dr. Erry mengingatkan, jika mata berwarna merah ketika memakai lensa kontak, hal itu bisa jadi pertanda infeksi mata serius, seperti keratitis (inflamasi pada kornea) atau infeksi jamur. “Lensa kontak juga dapat memperparah sindrom mata kering, karena lensa kontak mengurangi kadar oksigen yang masuk ke kornea dan menghalangi produksi air mata,” terang dokter yang kerap mengadakan bedah katarak gratis tersebut.

Selain itu, jika Anda bekerja atau sering berada di depan layar komputer, dapat juga menimbulkan mata merah. Hal itu dikarenakan saat menatap layar komputer terlalu lama, mata jarang berkedip sehingga menyebabkan mata menjadi kering.

Dr. Erry memberikan tips untuk mengatasi gejala-gejala mata merah tersebut. Jika mata merah karena sindrom mata kering, Anda dapat menggunakan obat tetes mata untuk membantu “melumasi” mata.

Bagi Anda yang menggunakan lensa kontak, jika terjadi mata merah sebaiknya hentikan penggunaan lensa kontak untuk sementara. Pilihan lain adalah menggunakan lensa kontak sekali pakai (disposable) atau lensa kontak dengan bahan yang lebih lembut. “Perlu diingat, sebaiknya jaga kebersihan lensa kontak dengan merendamnya di cairan disinfektan,” ujar Dr. Erry.

Lalu untuk mereka yang bekerja di depan komputer seharian, sering-seringlah mengistirahatkan mata. Menggunakan layar pelindung juga bisa membantu. Selain itu, jika perlu modifikasi ruangan Anda agar ada cukup cahaya yang masuk agar tidak memperparah kondisi. |Amanullah Ginanjar Wicaksono|

back to top