Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Ini dampak negatif jika makan berlebihan setelah satu bulan puasa

Ini dampak negatif jika makan berlebihan setelah satu bulan puasa

KoPi| Puasa satu bulan penuh selama bulan suci Ramadhan telah usai. Umat Islam menutupnya dengan merayakan Idul Fitri (1436 Hijriah). Aneka makanan tersaji, dari yang manis sampai pedas. Masyarakat cenderung melakukan 'balas dendam' setelah sebulan puasa dengan kegiatan makan berbagai hidangan. 

Pakar gizi dari Universitas Airlangga, Laila Muniroh, M.Kes., memperingatkan bahwa mengonsumsi secara berlebihan setelah satu bulan puasa tidak baik bagi kesehatan. Menurut pakar gizi yang menjadi koordinator riset penyakit tropis Universitas Airlangga ini, lambung paska satu bulan puasa mengalami pengistirahatan.

"Seperti tubuh yang tidur dalam waktu 5 atau 8 jam, maka frekuensi aktivitas berada pada titik stabil atau tenang. Jika bangun tidur langsung olahraga berat misalnya, maka organ-organ tubuh akan kaget. Bisa kram jantung bahkan. Sama halnya lambung yang selama satu bulan berada pada masa 'tenang'".

Lambung memiliki pola dalam penggilingan dan penyerapan zat-zat yang masuk. Secara umum, selama puasa ramadhan lambung beristirahat dengan pola yang rileks. Ketika secara tiba-tiba manusia melakukan konsumsi makanan berlebihan lambung bisa mengalami masalah.

"Lambung bisa mengalami luka sehingga asam naik drastis. Selain itu, lambung akan mengalami kesulitan mencerna dan menyerap makanan."

Dampaknya, mereka yang melakukan konsumsi berlebihan bisa mengalami gangguan seperti sembelit, asam lambung, dan sampai tidak sempurnanya nutrisi yang dibutuhkan terserap oleh tubuh.

"Perilaku berlebihan dalam konsumsi itu salah satunya muncul dalam bentuk ngantuk berlebihan dan sakit pencernaan". Mereka yang memiliki penyakit diabetes dan kolestrol tinggi juga harus berhati-hati dalam konsumsi yang bisa meningkatkan kadar gula atau kolestrol negatif (LDL) pungkas Muniroh. | A. Nur

back to top