Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Ini bahaya dari suka nyantap ceker ayam

Ini bahaya dari suka nyantap ceker ayam

Survey dokter spesialis unggas, drh. Rondius Solafaine, MpH. dari Universitas Wijaya Kusuma, menyebutkan 7 dari 10 orang laki-laki maupun perempuan suka menyantap ceker ayam. Hal tersebut berarti 70 persen orang Indonesia doyan pada bagian paling bawah tersebut. Rasanya gurih dalam aneka masakan seperti sup, bacem dan rica-rica. Namun, inilah bahaya menyantap ceker ayam.

Dokter hewan Rondius Solfaine, pakar spesialis unggas, menyatakan bahwa pada ayam broiler, ceker merupakan tempat endapan dari hormon pertumbuhan dan antibiotik. 

"Injeksi growth hormone dan antibiotik dilakukan pada sayap atau leher. Bahan-bahan sisa antibiotik atau end product tersebut dan obat pertumbuhan (second hormonal) mengendap pada bagian ceker. Itu tidak bisa dihilangkan karena zat kimia".

Dokter hewan yang juga membuka konsultasi kesehatan hewan online tersebut memastikan bahwa endapan second hormonal menjadi toxin yang memberi dampak karsinogen secara perlahan. Karsinogen, lanjut dokter hewan Rondius, bisa merangsang kanker serviks dan payudara pada wanita.

Pada laki-laki dampaknya tidak jauh berbeda baik kanker dan kelebihan purin. Tingkat konsumsi terhadap ceker ayam broiler harus dibatasi. Tips kesehatan dari dokter Rondius ceker ayam sebaiknya dikonsumsi maksimal dua minggu sekali. Itu pun dalam jumlah yang tidak berlebihan pada setiap makan. Selain itu hindari rokok, alkohol dan makanan berlemak. Rutin olahraga akan membantu menurunkan tumpukan zat kimia dari ceker ayam dalam tubuh.

Bagaimana bahaya konsumsi ceker ayam pada anak-anak? Simak artikel selanjutnya di KoPi. | Kisna

 

back to top