Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Inflasi Provinsi DI Yogyakarta sebesar 0,53%

Inflasi Provinsi DI Yogyakarta sebesar 0,53%

Jogjakarta-KoPi| Selama Januari 2016 Daerah Istimewa Jogjakarta mengalami inflasi sebesar 0,53%. Kenaikan beberapa komoditas mendorong terjadinya inflasi.

Kelompok bahan makanan naik 3,06%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,39%. Kelompok sandang naik 0,57%. Kelompok kesehatan naik 0,39%. Kelompok pendidikan, olahraga dan rekreasi naik 0,17%.

Menurut kepala BPS DIY, Bambang Kristianto dari 82 kota, 75 di antaranya mengalami inflasi dan 7 kota mengalami deflasi.

"Inflasi tertinggi terjadi di kota Sibolga sebesar 1,82%, diikuti oleh kota Kendari 1,49% dan Makasar 1,36%," papar Bambang saat laporan tri wulan di BPS pada 1 Februari 2016. Sementara deflasi terjadi di kota Gorontalo 0,58% dan Palu 0,41%.

Inflasi terjadi karena pengaruh pola distribusi dari Jawa Tengah. Cabe merah dari Jawa Tengah didistribusikan ketujuh provinsi. Bawang merah keempat provinsi.

"Seperti cabe dan bawang merah banyak dibawa ke Maluku, Jakarta dan Kalimantan Utara."

Bambang menambahkan komoditas yang paling mempengaruhi inflasi. Seperti daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, kelapa, tukang bukan mandor dan pasir.

"Andil inflasi terbesar dari daging ayam ras sebesar 0,15%, Bawang merah, Bawang putihn 0,06%," terang Bambang.

back to top