Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Indonesia usulkan peraturan bebas-visa bagi anggota OIC

Indonesia usulkan peraturan bebas-visa bagi anggota OIC

Indonesia-KoPi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Mari Elka Pangestu, mengusulkan agar anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC) meresmikan peraturan bebas-visa untuk menaikkan sektor pariwisata.

“Saya sudah mengusulkan agar OIC meresmikan fasilitas bebas-visa bagi negara-negara anggotanya. Tujuannya adalah untuk memudahkan gerakan itu sendiri yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah wisatawan,” paparnya kepada wartawan pada acara pembukaan OIC Inaugural International Forum on Islamic Tourism di Jakarta pada Senin lalu.


Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono, dalam sambutannya dalam acara tersebut menyatakan bahwa forum pengukuhan OIC yang berlangsung selama dua hari tersebut harus dilaksanakan dengan tujuan untuk menunjukkan tantangan mengembangkan wisata syariah kepada 57 negara anggota OIC.


Selain megusulkan peraturan bebas-visa, Indonesia juga telah melakukan cara lain dalam usaha menaikkan sektor pariwisata. Tahun lalu, pihak kementerian Indonesia telah menyampaikan inisiatif demi mengembangkan wisata syariah sekaligus mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan wisata islami yang nyaman bagi para wisatawan, yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), dengan mengembangkan empat konsep meliputi hotel, restoran, biro perjalanan dan tempat pemandian.


Pemerintah juga sudah meilih 13 provinsi di Indonesia yang nantinya akan dijadikan tujuan utama wisata syariah. 13 provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatra Barat, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan.


Di tempat terpisah, juru bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Hadad, mengatakan bahwa industri keuangan islam negara juga harus mendukung pengembangan wisata syariah di Indonesia dengan cara menyediakan produk perbankan dan asuransi.


(Ana Puspita)
Sumber: Asianewsnet.net

 


back to top