Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Indonesia usulkan peraturan bebas-visa bagi anggota OIC

Indonesia usulkan peraturan bebas-visa bagi anggota OIC

Indonesia-KoPi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Mari Elka Pangestu, mengusulkan agar anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC) meresmikan peraturan bebas-visa untuk menaikkan sektor pariwisata.

“Saya sudah mengusulkan agar OIC meresmikan fasilitas bebas-visa bagi negara-negara anggotanya. Tujuannya adalah untuk memudahkan gerakan itu sendiri yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah wisatawan,” paparnya kepada wartawan pada acara pembukaan OIC Inaugural International Forum on Islamic Tourism di Jakarta pada Senin lalu.


Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono, dalam sambutannya dalam acara tersebut menyatakan bahwa forum pengukuhan OIC yang berlangsung selama dua hari tersebut harus dilaksanakan dengan tujuan untuk menunjukkan tantangan mengembangkan wisata syariah kepada 57 negara anggota OIC.


Selain megusulkan peraturan bebas-visa, Indonesia juga telah melakukan cara lain dalam usaha menaikkan sektor pariwisata. Tahun lalu, pihak kementerian Indonesia telah menyampaikan inisiatif demi mengembangkan wisata syariah sekaligus mempromosikan Indonesia sebagai negara tujuan wisata islami yang nyaman bagi para wisatawan, yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), dengan mengembangkan empat konsep meliputi hotel, restoran, biro perjalanan dan tempat pemandian.


Pemerintah juga sudah meilih 13 provinsi di Indonesia yang nantinya akan dijadikan tujuan utama wisata syariah. 13 provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatra Barat, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan.


Di tempat terpisah, juru bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Hadad, mengatakan bahwa industri keuangan islam negara juga harus mendukung pengembangan wisata syariah di Indonesia dengan cara menyediakan produk perbankan dan asuransi.


(Ana Puspita)
Sumber: Asianewsnet.net

 


back to top