Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Indonesia tak punya ketahanan energi

Prof. Dr. Gede Wibawa Prof. Dr. Gede Wibawa
Surabaya – KoPi|Minyak bumi masih menjadi kunci dalam perebutan kekuasaan secara global. Negara-negara di dunia saling berebut wilayah yang diprediksi memiliki cadangan minyak besar. Ekonomi dunia begitu terpengaruh oleh kondisi cadangan minyak bumi dunia. Bisa dibilang, seluruh dunia kecanduan minyak bumi. Akibatnya sulit sekali menghentikan produksi minyak bumi. Meskipun pengembangan energi alternatif terus dilakukan, tapi belum ada yang mampu memproduksinya secara secara murah dan massal.

Dosen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof. Dr. Gede Wibawa juga mengakui selama cadangan minyak bumi ada, orang-orang akan tetap memilih minyak bumi. Hal itu dikarenakan infrastruktur untuk industri minyak bumi sudah terbangun dan mapan. 

“Memang saat ini minyak bumi tetap jadi pilihan utama. Tapi sekarang dunia juga sudah menyadari energi alternatif memang harus disiapkan. Di Jepang, China, Amerika, semua sudah menyiapkan. Sehingga begitu cadangan minyak bumi sudah menipis, infrastruktur untuk energi alternatif sudah siap dan bisa langsung digunakan,” tukas Gede.

Seharusnya, Indonesia juga harus berbuat demikian. Namun, saat ini Indonesia masih tidak punya ketahanan energi nasional. Meskipun Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak bumi, Indonesia tidak punya cadangan simpanan. Beberapa cadangan minyak kita sudah menipis. Akibatnya Indonesia rentan terhadap kenaikan harga minyak dunia.

Karena itu, penting sekali bagi Indonesia menyiapkan energi alternatif. Gede mencontohkan negara seperti Jepang sudah punya beberapa cadangan energi, seperti nuklir dan tenaga angin. Kalau suatu saat terjadi sesuatu pada minyak dunia, Jepang masih bisa bertahan dengan simpanannya. 

Dibandingkan dengan Jepang, tentu Indonesia ketinggalan jauh. Jika suatu saat terjadi sesuatu, posisi Indonesia akan rentan sekali. Gede mengatakan, kalau Indonesia mengalami krisis energi, bisa jadi ekonomi akan berhenti, karena listrik akan jadi sangat mahal. 

“Indonesia gas saja tidak punya. LNG kita hanya punya di Lampung dan Jawa Barat, tapi tidak bisa kita pakai. Kita jadi sangat tergantung pada luar negeri. Saat ini Indonesia memang tidak punya infrastruktur untuk mengubah LNG jadi energi listrik. LNG malah kita ekspor dalam bentuk cair,” ungkap Gede. 

 

back to top