Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Indonesia sulit maju, kalau...

Indonesia sulit maju, kalau...
Surabaya-KoPi| Surutnya usaha pemerintah dalam menanggapi kebijakan pro ASI memang sudah tidak terbendung lagi. Mesipun telah ada UU dan PP yang melatarbelakangi masyarakat untuk melakukan ASI esklusif namun hal itu menjadi nihil ketika tidak ada dorongan dan kebijakan-kebijakan yang membantu.

Salah satunya adalah longgarnya kebijakan pemasaran dari produk susu formula yang merupakan musuh terbesar dari program ASI esklusif untuk para ibu dan bayi. Sebab, produk susu formula kerap terus menawarkan jenis produk yang menggagalkan usaha para ibu untuk memberikan ASI esklusif selama 6 bulan dan dibantu MPASI sampai 2 tahun.

dr. Dini Adityarini , SpA mengatakan kepada KoPi bahwa pihak susu formula masih sangat leluasa dalam memasarkan produknya di Indonesia. “Di Surabaya saja, terdapat 81% pengguna susu formula. Padahal Surabaya merupakan kota metropolitan. Bagaimana dengan daerah-daerah lain?,” tutur Dini.

Padahal, dari segi international, pemasaran susu formula secara langsungkepada masyarakat sudah sangat ditentang. Kebijakan yang dikenal sebagai The international code of marketing breastmilk substitutes ini telah ada sejak tahun 1981 yang dikeluarkan oleh PBB dalam naungan WHO.

Dalam kode etik WHO, disebutan beberapa pelarangan perusahaan susu formula dalam memasarkan produknya kepada masyarakat. Termasuk intansi yang bekerjasama dengan pihak perusahaan susu formula mendapat pelarangan.

Sayangnya, di Indonesia sendiri masih banyak sekali pelarangan oleh pihak perusahaan susu formula yang masih kasat mata. Bahkan, masih banyak terdapat isntansi kesehatan yang jelas-jelas mengadakan kerjasama dengan pihak perusahaan susu formula.

Jombang, sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur justru berbanding terbalik dengan kebijakan pemerintah pusat. Pada bulan Mei lalu, pihak pemerintahnya mengeluarkan Perda mengenai ASI esklusif.

“Jombang maju sekali. Ditengah pemerintahan pusat yang semakin mundur, justru jombang berani untuk maju mengambil langkah. Saya sangat salut kepada pemerintahan Jombang,” ujar Dini.

Menurut Dini untuk terciptanya masyarakat yang pro ASI 100% harus dimulai dengan peraturan pemerintah daerah dan penanganannya lebih lanjut. “Kalau sudah buat peraturan, harus ada sanksi, lalu edukasi ke maysarakat. Jadi semuanya saling teintegrasi untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik” tutup Dini

back to top