Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Indonesia pertama kalinya menanam tiga jenis tanaman biotek

Indonesia pertama kalinya menanam tiga jenis tanaman biotek
Jogja-KoPi| Muhammad Herman dari Komisi Nasional Sumber Daya Genetik Pertanian dan Koordinator Feed the Future Biotechnology (biotek) Potato Partnership mengatakan pihaknya sudah siap melepas tiga jenis benih biotek untuk disebarluaskan di Indonesia.
Tiga jenis benih biotek yang dikembangkan pihaknya adalah Jagung, Kentang dan Tebu. Herman mengatakan ketiga benih biotek tersebut sudah lulus uji pangan, uji lingkungan dan tinggal menunggu tanda tangan dari Kementrian Pertanian RI.
 
"Kita tinggal menunggu tanda tangan dari kementan,sebelum dikomersialisasikan dan disebar luaskan,"terangnya saat Jumpa pers di Auditorium di Fakultas Pertanian UGM,Selasa(23/5).
 
Herman menjelaskan benih biotek ini akan sangat membantu petani dalam meningkatkan produktifitas petani. Seperti penanaman benih biotek Jagung tebu dapat membuat tanaman biotek menjadi tahan pada kekeringan dan herbisida.
 
Sementara benih biotek kentang dapat membuat tanaman kentang menjadi tahan penyakit busuk daun (hawar).
 
Berkaitan wacana pelepasan benih biotek ini,Herman mengatakan sejak tahun 2001,Indonesia belum pernah sekalipun melepaskan benih hasil biotek. Alasannya adalah peraturan di Kementan ada yang belum selesai seperti pedoman pasca pelepasan benih.
 
Hal ini juga yang membuat benih buatannya belum bisa dilepaskan meski benihnya sudah lulus uji dan sidang dari tim penilai varietas Kementan.
 
"Karena belum ada pedoman pasca pelepasan jadi benih tersebut hanya menunggu dari kementan,"lanjutnya.
 
Herman mengimbuhkan proses pelepasan biotek dari kementan ini terbilang cukup panjang. Seperti proses regulasi pengawasan pertanian, proses penanda tanganan lewat menteri lalu selanjutnya dibawa ke biro hukum dan menunggu pedoman pasca pelepasan. Meski prosesnya terbilang cukup panjang,dia berharap ketiga benih tersebut bisa segera dilepas.
 
"Harapannya tahun ini,benih biotek yang kita kembangkan bisa dilepaskan,maksimal waktunya sebelum pemilu Presiden 2019.Tujuannya sendiri agar kita bisa terus melakukan penelitian dibidang biotek lainnya," tandasnya.|Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top