Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Indonesia bisa swasembada daging dalam 5 tahun

Indonesia bisa swasembada daging dalam 5 tahun
Surabaya – KoPi | Kebutuhan daging Indonesia selama ini lebih banyak terpenuhi melalui impor. Akibatnya harga daging sering kali tidak stabil dan memberatkan masyarakat. Rencana pemerintah agar Indonesia bisa mencapai swasembada daging sudah muncul sejak masa pemerintahan SBY. Namun pelaksanaannya masih terkendala kebijakan yang tidak seragam.
 

“Swasembada daging itu tidak perlu sampai 30 tahun. Indonesia sebenarnya bisa swasembada daging dalam 5 tahun, hanya saja yang dibutuhkan adalah koordinasi pemerintah,” tutur Herry Agoes Hermadi, Guru Besar Ilmu Kemajiran Universitas Airlangga.

Selama ini swasembada daging terkendala masalah reproduksi. Masalah penyakit reproduksi pada ternak juga masih tidak banyak dipahami oleh peternak. Di sisi lain, peternak tradisional enggan menyembelih hewan ternak mereka karena hewan ternak merupakan harta bagi mereka.

Masalah kesehatan reproduksi ternak bisa dipecahkan dengan membekali peternak dan petugas inseminasi dengan pengetahuan mengenai penyakit reproduksi ternak. “Misalnya kalau terkena endometritis atau peradangan pada rahim ternak, maka cukup diberi larutan obat merah,” jelas Herry.

Herry mengatakan Jawa Timur sudah ditetapkan sebagai lumbung sampi nasional. Karena itu, perlu dilakukan penguatan pada peternak dan sumber daya manusia di Balai Besar Inseminasi Buatan (BIB). Hewan-hewan ternak juga perlu dikarantina sebagai upaya pencegahan masuk penyakit dari luar negeri, dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina (HPHK).

“Penyediaan stok sperma ternak yang berkualitas di bank sperma bisa menjadi cara untuk mengatasi masalah reproduksi ternak. Daripada kawin alami, lebih efektif lewat inseminasi buatan. Satu vial sperma bisa dipakai untuk 500 kali kawin suntik. Tapi dari segi kualitas tentu lebih baik kawin alami,” ujar dosen di Fakultas Kedokteran Hewan Unair ini.

 

back to top