Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

TNI AU: Indonesia akan membuat roket

TNI AU: Indonesia akan membuat roket

Sleman – KoPi, gelaran Kompetisi Muatan Roket dan Roket Indonesia  (Komurindo) dan Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (Kombat) yang akan diselenggarakan pada 12-14 Juni 2014 mendatang, bagi Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU), Marsekal Muda Tabri Santoso, S.IP sebagai sebuah terobosan teknologi dalam dunia kedirgantaraan Indonesia.

“Sebab saat ini Indonesia kebanyakan mengandalkan negara lain dalam memenuhi kebutuhan teknologi roket. Terlebih, roket sangat penting bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) sehingga melalui komurindo dan kombat ke depan dapat melahirkan ahli-ahli roket tanah air,” kata Marsekal Muda Tabri Santoso, S.IP, hari ini.

Ia menyebutkan, saat ini sudah banyak mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia yang telah mampu membuat mobil. Ia menandaskan, perkembangan positif tersebut juga harus bisa diikuti oleh perkembangan teknologi roket oleh mahasiswa-mahasiswa di tanah air. "Ini terobosan bagus sehingga nanti mahasiswa kita bisa membuat roket agar kita tidak mengandalkan yang dari luar saja," kata Tabri di depan panitia komurindo di Kesatrian AAU Yogyakarta.

Alumnus HI UMY angkatan 1997 mengaku gembira mendengar jumlah peserta yang akan berlaga di event berskala nasional itu. Menurutnya, hal itu merupakan indikator bahwa mahasiswa Indonesia mulai cinta pada dunia kedirgantraan. Tabri juga memuji persiapan yang telah dilakukan pihak panitia dalam ajang itu, yang akan menggunakan wilayah udara, yang berkaitan dengan keamanan jalur penerbangan.

Reporter: Affan Safani Adham

back to top