Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

TNI AU: Indonesia akan membuat roket

TNI AU: Indonesia akan membuat roket

Sleman – KoPi, gelaran Kompetisi Muatan Roket dan Roket Indonesia  (Komurindo) dan Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (Kombat) yang akan diselenggarakan pada 12-14 Juni 2014 mendatang, bagi Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU), Marsekal Muda Tabri Santoso, S.IP sebagai sebuah terobosan teknologi dalam dunia kedirgantaraan Indonesia.

“Sebab saat ini Indonesia kebanyakan mengandalkan negara lain dalam memenuhi kebutuhan teknologi roket. Terlebih, roket sangat penting bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) sehingga melalui komurindo dan kombat ke depan dapat melahirkan ahli-ahli roket tanah air,” kata Marsekal Muda Tabri Santoso, S.IP, hari ini.

Ia menyebutkan, saat ini sudah banyak mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia yang telah mampu membuat mobil. Ia menandaskan, perkembangan positif tersebut juga harus bisa diikuti oleh perkembangan teknologi roket oleh mahasiswa-mahasiswa di tanah air. "Ini terobosan bagus sehingga nanti mahasiswa kita bisa membuat roket agar kita tidak mengandalkan yang dari luar saja," kata Tabri di depan panitia komurindo di Kesatrian AAU Yogyakarta.

Alumnus HI UMY angkatan 1997 mengaku gembira mendengar jumlah peserta yang akan berlaga di event berskala nasional itu. Menurutnya, hal itu merupakan indikator bahwa mahasiswa Indonesia mulai cinta pada dunia kedirgantraan. Tabri juga memuji persiapan yang telah dilakukan pihak panitia dalam ajang itu, yang akan menggunakan wilayah udara, yang berkaitan dengan keamanan jalur penerbangan.

Reporter: Affan Safani Adham

back to top