Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Indeks Pembangunan Manusia tahun 2017 di Yogyakarta mengalami peningkatan.

Jogja-KoPi| Yogyakarta mengalami peningkatan kemajuan pembangunan manusia yang cukup signifikan pada tahun 2017. Hal ini dibuktikan oleh Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta (BPS DIY) yang merilis naiknya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Yogyakarta di tahun 2017.
 
BPS mencatat bahwa pada tahun tersebut, IPM D.I.Yogyakarta telah mencapai 78,89 dan tertinggi kedua setelah DKI Jakarta. Tak hanya itu, BPS juga melihat IPM di Yogyakarta lebih tinggi dibanding IPM 
 
"IPM D.I.Yogyakarta juga lebih tinggi dibanding IPM Indonesia yang sebesar 70,81. Angka IPM tersebut meningkat sebesar 0,51 poin atau tumbuh sebesar 0,65 persen dibandingkan IPM tahun lalu yang sebesar 78,38," tulis BPS dalam rilis resminya, ditulis Rabu (9/5).
 
IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
 
IPM sendiri dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge), dan standard hidup layak (decent standard of living). 
 
BPS pun mengimbuhkan bahwa kualitas kesehatan, pendidikan, dan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat di Yogyakarta terus mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan oleh usia harapan hidup dan harapan lama dan sekolah anak berusia 7 tahun di Yogyakarta merupakan tertinggi di Indonesia.
 
BPS juga mencatat Bayi lahir di D.I. Yogyakarta pada tahun 2017 memiliki harapan hidup hingga 74,74 tahun.  Anak-anak pada tahun 2017 berusia 7 tahun juga memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 15,42 tahun.
 
"Keduanya tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia,"tambah BPS.
 
BPS mencatat pula penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah di Yogyakarta telah menempuh pendidikan selama 9,19 tahun, lebih tinggi dibanding rata-rata lama sekolah di tingkat nasional yang sebesar 8,10 tahun. Pada tahun 2017, masyarakat Yogyakarta memenuhi kebutuhan hidup dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebesar 13,52 juta rupiah per tahun dan meningkat 292 ribu rupiah dibandingkan tahun sebelumnya.
 
back to top