Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Indeks Kebahagiaan Yogyakarta masih tinggi tahun 2017

Indeks Kebahagiaan Yogyakarta masih tinggi tahun 2017

Bantul-KoPi|Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta mengungkapkan Indeks Tingkat Kebahagiaan Penduduk DIY masih terbilang tinggi sejak perhitungan tahun 2014.

Lewat siaran persnya, Senin (4/9), BPS memaparkan hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) DIY tahun 2017 . Dan dari pemaparan survei, Indeks kebahagiaan DIY menunjukkan angka Kebahagiaan sebesar 72,93 pada skala (0-100).

Indeks Kebahagiaan ini merupakan indeks komposit yang dihitung secara tertimbang menggunakan dimensi dan Indikator pada skala 0-100. Sehingga semakin tinggi nilai indeks (dalam hal ini besaran nilai indeks mendekati angka 100),ini menunjukkan tingkat kehidupan penduduk yang semakin bahagia. Sebaliknya,jika semakin rendah nilai indeks maka penduduk semakin merasa tidak bahagia.

BPS juga menjelaskan dalam Indeks Kebahagiaan tahun ini merupakan indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi, yaitu kepuasan hidup (Life Satisfaction), perasaan (Affect). dan makna hidup (Eudaimonia).

Bobot masing masing dimensi terhadap Indeks Kebahagiaan Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Kepuasan Hidup 34.80 persen, Perasaan 31.18 persen, dan Makna Hidup 34,02 persen.

Sementara nilai indeks masing-masing dimensi Indeks Kebahagiaan adalah sebagai berikut : (1) Indeks Dimensi Kepuasan Hidup sebesar 71,98: (2) Indeks Dimensi Perasaan sebesar 73 38; dan (3) Indeks Dimensi Makna Hidup sebesar 73,49. Seluruh indeks dimensi juga diukur pada skala 0 100.

Pada tahun ini,BPS juga menambahkan metode pengukuran Indeks Kebahagiaan tahun 2017,sehingga cakupan indeks lebih besar dibandingkan tahun 2014.

Pada tahun 2014, Indeks Kebahagiaan diukur hanya menggunakan Dimensi Kepuasan Hidup. Sedangkan pada tahun 2017, ditambahkan Dimensi Perasaan (Affect) dan Dimensi Makna Hidup (Eudaimonia).

Perubahan lainnya, pada tahun 2017, Dimensi Kepuasan Hidup terbagi menjadi 2 (dua) subdimensi yaitu Subdimensi Kepuasan Hidup Personal dan Subdimensi Kepuasan Hidup Sosial.

Indeks Kebahagiaan Daerah Istmewa Yogyakarta tahun 2017, jika dihitung dengan menggunakan metode 2014, hasilnya menunjukkan tidak ada perubahan yang berarti dibanding tahun 2014. Indeks Kebahagiaan tahun 2014 memiliki besaran lebih sedikit karena hanya menggunakan satu dimensi,yaitu 70,77.

Berkaitan dengan cara pengambilan sampel data kebahagiaan ,BPS DIY juga memaparkan cara pengambilan Indeks Kebahagiaan tahun ini.

Indeks Kebahagiaan tahun ini diukur berdasarkan data hasil Survei Pengukuran Tingkal Kebahagiaan (SPTK) 2017 yang dilaksanakan secara serentak di 487 kabupaten/kota terpilih sebagai lokasi sampel yang tersebar di 34 provinsi di seluruh lndonesia.

Sampelnya berjumlah sekitar 72.317 rumah tangga (estimasi level nasional dan provinsi). Jumlah sampel di Daerah istimewa Yogyakarta sendiri sebanyak 940 rumah tangga yang tersebar di 5 kabupaten dan kota.

Setiap rumah tangga sampel,dipilih kepala rumah tangga atau pasangan kepala rumah tangga (istri/suami) sebagai responden untuk mewakili rumah tangga tersebut. Oleh sebab itu, yang dimaksud sebagai penduduk adalah kepala rumah tangga atau pasangannya. | Syidiq Syaiful Ardli

back to top