Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Imigrasi wajib deportasi pekerja asing gelap

Imigrasi wajib deportasi pekerja asing gelap

Isu ribuan tenaga kerja gelap asal Tiongkok tampaknya bukan lagi perkara main-main. Dari sekian laporan banyak media baik online dan televisi, keberadaan tenaga kerja gelap asal Tiongkok ini telah memenuhi wilayah Indonesia, terutama Banten dan Papua.

Tentu saja, kasus ini menjadi sebuah ironi, ketika masyarakat Indonesia banyak terancam PHK dan membutuhkan pekerjaan, namun banyak orang asing justru menikmati pekerjaan di Indonesia.

Keberadaan pekerja gelap dan asing tersebut mengingatkan kita pada pidato sambutan Wakil Perdana Menteri Cina Liu Yandong saat melakukan kunjungan bilateral ke Indonesia, di Auditorium FISIP UI, pada Rabu (27/5). Yandong menyatakan akan mengirimkan 10 juta warga negaranya untuk datang ke Indonesia demi mencapai kerjasama yang ideal antara Indonesia dan Cina dalam berbagai bidang.

Rencana pemerintah Tingkok dan Indonesia yang diwakili Puan Maharani sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, mungkin tidak bisa disangkutpautkan secara langsung. Tetapi, kerjasama dan rencana itu tentu saja memiliki dampak bagi praktek di sekitar mafia tenaga kerja Tiongkok dan Indonesia.

Faktanya, kita menyaksikan semakin hari, semakin banyak orang Tiongkok memasuki wilayah Indonesia dan menggeser kesempatan kerja warga Indonesia. Persoalannya adalah para pekerja ini adalah pekerja gelap yang disusupkan secara mudah.

Sayangnya, sepertinya kasus ini belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Pemerintah dan pihak imigrasi Indonesia, seharusnya segera tanggap dan menyelesaikan persoalan yang tidak saja mengabaikan hukum Indonesia, tetapi juga nasib warga Indonesia yang tidak memiliki pekerjaan.

Bila terbukti bahwa ribuan tenaga kerja asal Tiongkok itu merupakan tenaga kerja gelap, sudah wajib bagi pihak imigrasi agar segera mendeportasi mereka.

back to top