Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Imigrasi wajib deportasi pekerja asing gelap

Imigrasi wajib deportasi pekerja asing gelap

Isu ribuan tenaga kerja gelap asal Tiongkok tampaknya bukan lagi perkara main-main. Dari sekian laporan banyak media baik online dan televisi, keberadaan tenaga kerja gelap asal Tiongkok ini telah memenuhi wilayah Indonesia, terutama Banten dan Papua.

Tentu saja, kasus ini menjadi sebuah ironi, ketika masyarakat Indonesia banyak terancam PHK dan membutuhkan pekerjaan, namun banyak orang asing justru menikmati pekerjaan di Indonesia.

Keberadaan pekerja gelap dan asing tersebut mengingatkan kita pada pidato sambutan Wakil Perdana Menteri Cina Liu Yandong saat melakukan kunjungan bilateral ke Indonesia, di Auditorium FISIP UI, pada Rabu (27/5). Yandong menyatakan akan mengirimkan 10 juta warga negaranya untuk datang ke Indonesia demi mencapai kerjasama yang ideal antara Indonesia dan Cina dalam berbagai bidang.

Rencana pemerintah Tingkok dan Indonesia yang diwakili Puan Maharani sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, mungkin tidak bisa disangkutpautkan secara langsung. Tetapi, kerjasama dan rencana itu tentu saja memiliki dampak bagi praktek di sekitar mafia tenaga kerja Tiongkok dan Indonesia.

Faktanya, kita menyaksikan semakin hari, semakin banyak orang Tiongkok memasuki wilayah Indonesia dan menggeser kesempatan kerja warga Indonesia. Persoalannya adalah para pekerja ini adalah pekerja gelap yang disusupkan secara mudah.

Sayangnya, sepertinya kasus ini belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Pemerintah dan pihak imigrasi Indonesia, seharusnya segera tanggap dan menyelesaikan persoalan yang tidak saja mengabaikan hukum Indonesia, tetapi juga nasib warga Indonesia yang tidak memiliki pekerjaan.

Bila terbukti bahwa ribuan tenaga kerja asal Tiongkok itu merupakan tenaga kerja gelap, sudah wajib bagi pihak imigrasi agar segera mendeportasi mereka.

back to top