Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Ikuti Seminar Nasional “MEA 2015: Tantangan dan Peluang Bagi Perekonomian Indonesia”

Ikuti Seminar Nasional “MEA 2015: Tantangan dan Peluang Bagi Perekonomian Indonesia”

Jogja-KoPi| Prodi Ekonomi Pembangunan FE UAJY bekerjasam dengan ISEI Cabang Yogyakarta dan SKH “Kedaulatan Rakyat” akan mengadakan Seminar Nasional dengan tema “MEA 2015: Tantangan dan Peluang Bagi Perekonomian Indonesia”, Senin, 14 Maret 2016 jam 09.00 s/d 12.00 WIB di Auditorium FE UAJY Seminar Nasional.

Implementasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan diberlakukan pada tahun 2015. MEA terwujud dari keinginan negara-negara ASEAN untuk mewujudkan ASEAN menjadi kawasan perekonomian yang solid dan diperhitungkan dalam percaturan perekonomian Internasional. Dalam penerapannya MEA akan menerapkan 12 sektor prioritas, yaitu perikanan, e-travel, e-ASEAN, otomotif, logistik, industri berbasis kayu, industri berbasis karet, furnitur, makanan dan minuman, alas kaki, tekstil dan produk tekstil, serta kesehatan.

Belakangan ini perdebatan terutama di kalangan akademis dan pembuat kebijakan mengenai kesiapan atau kemampuan industri nasional bersaing di pasar dalam negeri pada saat nanti berlakunya MEA pada tahun 2015 semakin sengit. Dengan diberlakukannya MEA 2015, paling tidak sesuai tujuannya, ASEAN akan menjadi pasar tunggal, dan hal ini berarti dapat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perekonomian Indonesia.

Narasumber yang telah menyatakan hadir adalah Arief Budi Santoso (Direktur KPBI DIY), Prof. Dr. Edy Suandi Hamid (Wakil Ketua PP ISEI/Guru Besar FE UII), Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D (Guru Besar FEB UGM), dan Y. Sri Susilo (FE UAJY). Pengantar seminar akan disampaikan oleh Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D (Ketua ISEI Cabang Yogyakarta/Guru Besar FEB UIGM). Pemandu diskusi dan seminar adalah Ronny Sugiantoro (Wapemred KR).

back to top