Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Ikuti Seminar Nasional “MEA 2015: Tantangan dan Peluang Bagi Perekonomian Indonesia”

Ikuti Seminar Nasional “MEA 2015: Tantangan dan Peluang Bagi Perekonomian Indonesia”

Jogja-KoPi| Prodi Ekonomi Pembangunan FE UAJY bekerjasam dengan ISEI Cabang Yogyakarta dan SKH “Kedaulatan Rakyat” akan mengadakan Seminar Nasional dengan tema “MEA 2015: Tantangan dan Peluang Bagi Perekonomian Indonesia”, Senin, 14 Maret 2016 jam 09.00 s/d 12.00 WIB di Auditorium FE UAJY Seminar Nasional.

Implementasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan diberlakukan pada tahun 2015. MEA terwujud dari keinginan negara-negara ASEAN untuk mewujudkan ASEAN menjadi kawasan perekonomian yang solid dan diperhitungkan dalam percaturan perekonomian Internasional. Dalam penerapannya MEA akan menerapkan 12 sektor prioritas, yaitu perikanan, e-travel, e-ASEAN, otomotif, logistik, industri berbasis kayu, industri berbasis karet, furnitur, makanan dan minuman, alas kaki, tekstil dan produk tekstil, serta kesehatan.

Belakangan ini perdebatan terutama di kalangan akademis dan pembuat kebijakan mengenai kesiapan atau kemampuan industri nasional bersaing di pasar dalam negeri pada saat nanti berlakunya MEA pada tahun 2015 semakin sengit. Dengan diberlakukannya MEA 2015, paling tidak sesuai tujuannya, ASEAN akan menjadi pasar tunggal, dan hal ini berarti dapat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perekonomian Indonesia.

Narasumber yang telah menyatakan hadir adalah Arief Budi Santoso (Direktur KPBI DIY), Prof. Dr. Edy Suandi Hamid (Wakil Ketua PP ISEI/Guru Besar FE UII), Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D (Guru Besar FEB UGM), dan Y. Sri Susilo (FE UAJY). Pengantar seminar akan disampaikan oleh Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D (Ketua ISEI Cabang Yogyakarta/Guru Besar FEB UIGM). Pemandu diskusi dan seminar adalah Ronny Sugiantoro (Wapemred KR).

back to top