Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

IFC siapkan program untuk menghadapi MEA dan menjadi pusat mode dunia

IFC siapkan program untuk menghadapi MEA dan menjadi pusat mode dunia

Jogjakarta-KoPi| Indonesian Fashion Chamber (IFC) menyiapkan program jangka panjang secara nasional dan international sebagai pelopor daerah lain yang diterapkan melalui Desa Binaan di SMK-1 GedangSari, kata Afif Syakur selaku National Advisory Board IFC di Hotel NEO Yogyakarta (12/01).

IFC selalu menggandeng desainer-desainer kreatif dan pengusaha bidang mode lainnya sedaerah di DIY. Hal ini guna memperkuat pondasi demi kemajuan industri mode nasional menuju persaingan global.

"Melalui penerapan adanya UKS fashion di sekolah dengan pelatihan mendesain dan membatik untuk para siswa yang di lakukan oleh teman-teman IFC dan didamping oleh guru-guru setempat," jelas Afif Syakur.

IFC ingin mendidik dan melatih anak-anak tingkat sekolah menengah agar menjadi pengusaha yang kompeten dan profesional. "Program ini baru difokuskan pada pelatihan desain membatik saja, dengan harapan para desainer dapat saling melengkapi dalam membina dan melatih para siswa generasi muda,", tambah Afif.

Manfaat dari UKM fasion disekolah menengah juga membantu para desainer–desainer lokal dalam mengembangkan produk lokal kepasar dunia, Dalam dunia kerja siswa setelah lulus dapat menjadi anak yang berkualitas tanpa ada keluhan mengenai pekerjaannya, tambahnya.

Peran UKS Fashion
Adanya pembentukan Unit Kegiatan Sekolah (UKS) fashion di sekolah, para desainer tidak kesulitan lagi dalam menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan oleh masyarakat sendiri khususnya pakaian. "Dalam industri kreatif pengelola dituntut memiliki produk yang unik dan berkualitas dalam merealisasikan karyanya guna menghadapi pasar bebas ASEAN (MEA),"kata Afif.

Salah satu Gouverning Board IFC, Anglingkusumo menambahkan hasil produksi dari industri kreatif adalah awal kesiapan untuk menghadapi pasar global MEA. Dengan program yang lebih mengutamakan profesionalisme, hasil yang berkualitas, harga lebih murah dan permodalan semakin meningkat.

Pada Tahun 2025 Indonesia menjadi salah satu pusat mode dunia. Seluruh anggota Indonesian Fashion Chamber bertekad menjadikan Indonesia sebagai Pusat Mode Hijab Dunia. Serta trend batik yang secara terus menerus digelorakan lewat berbagai event fashion produk ready to wear yang mengoptimalkan kekuatan lokal.

Indonesia akan mengirimkan sekitar 20 perempuan pada bulan Februari ke Australia. Mereka akan menghadiri Istanbul Fashion Week, pembelajaran workshop, dan berbagai pengetahuan tentang Fashion. ∣ Cucuk Armanto∣

back to top