Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Dampak Idul Adha, Kali Surabaya makin tercemar

Dampak Idul Adha, Kali Surabaya makin tercemar
Surabaya-KoPi| Perayaan Hari Raya Idul Adha pada Kamis (24/9) lalu ternyata menyisakan sejumlah permasalahan lingkungan. Proses pemotongan hewan kurban berdampak buruk pada kualitas air di Kali Surabaya. Sungai yang menjadi bahan baku air minum di Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, dan Surabaya tersebut tercemar limbah kotoran jerohan dari hewan kurban.
 

Hal tersebut disampaikan PDAM Surya Sembada Surabaya. PDAM Surya Sembada menginformasikan setelah perayaan Idul Adha kemarin, beban pencemaran menurunkan DO (dissolve oxygen) atau kadar oksigen terlarut dalam air Kali Surabaya.

Petugas Lab Perum Jasa Tirta I, Sawaludin mengatakan, lemak dari kotoran ternak yang mengambang di sungai menghalangi sinar matahari yang masuk ke dalam air. Hal ini membuat kadar oksigen berkurang karena proses fotosintesisnya terhalang. 

Koordintaor Garda Lingkungan Jatim, Didik Harimuko menuturkan bahwa peristiwa tersebut terus berulang setiap tahunnya. “Setiap Idul Adha, banyak warga yang membuang dan mencuci jerohan sapi dan kambing di Kali Surabaya. Ini terjadi setiap tahun tapi tidak ada upaya khusus dari pemerintah untuk bisa menanggulanginya,” ujarnya.

Seharusnya, kata dia, BLH (Badan Lingkungan Hidup) Jawa Timur bisa mengambil langkah antisipasi. Namun hal tersebut tidak pernah dilakukan. “Seharusnya bisa dilakukan sosialisasi ke warga atau saat Idul Adha bisa dilakukan sidak langsung ke lapangan,” katanya.

Pantauan langsung itu, urainya, seperti kegiatan rutin patroli air yang biasa dilakukan memantau pencemaran industri. “Jadi kalau ada yang membuang atau mencuci kotoran hewan kurban di Kali Surabaya bisa langsung diingatkan. Tidak peduli itu hari libur tetap harus dilakukan,” tegasnya.

back to top