Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Dampak Idul Adha, Kali Surabaya makin tercemar

Dampak Idul Adha, Kali Surabaya makin tercemar
Surabaya-KoPi| Perayaan Hari Raya Idul Adha pada Kamis (24/9) lalu ternyata menyisakan sejumlah permasalahan lingkungan. Proses pemotongan hewan kurban berdampak buruk pada kualitas air di Kali Surabaya. Sungai yang menjadi bahan baku air minum di Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, dan Surabaya tersebut tercemar limbah kotoran jerohan dari hewan kurban.
 

Hal tersebut disampaikan PDAM Surya Sembada Surabaya. PDAM Surya Sembada menginformasikan setelah perayaan Idul Adha kemarin, beban pencemaran menurunkan DO (dissolve oxygen) atau kadar oksigen terlarut dalam air Kali Surabaya.

Petugas Lab Perum Jasa Tirta I, Sawaludin mengatakan, lemak dari kotoran ternak yang mengambang di sungai menghalangi sinar matahari yang masuk ke dalam air. Hal ini membuat kadar oksigen berkurang karena proses fotosintesisnya terhalang. 

Koordintaor Garda Lingkungan Jatim, Didik Harimuko menuturkan bahwa peristiwa tersebut terus berulang setiap tahunnya. “Setiap Idul Adha, banyak warga yang membuang dan mencuci jerohan sapi dan kambing di Kali Surabaya. Ini terjadi setiap tahun tapi tidak ada upaya khusus dari pemerintah untuk bisa menanggulanginya,” ujarnya.

Seharusnya, kata dia, BLH (Badan Lingkungan Hidup) Jawa Timur bisa mengambil langkah antisipasi. Namun hal tersebut tidak pernah dilakukan. “Seharusnya bisa dilakukan sosialisasi ke warga atau saat Idul Adha bisa dilakukan sidak langsung ke lapangan,” katanya.

Pantauan langsung itu, urainya, seperti kegiatan rutin patroli air yang biasa dilakukan memantau pencemaran industri. “Jadi kalau ada yang membuang atau mencuci kotoran hewan kurban di Kali Surabaya bisa langsung diingatkan. Tidak peduli itu hari libur tetap harus dilakukan,” tegasnya.

back to top