Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Dampak Idul Adha, Kali Surabaya makin tercemar

Dampak Idul Adha, Kali Surabaya makin tercemar
Surabaya-KoPi| Perayaan Hari Raya Idul Adha pada Kamis (24/9) lalu ternyata menyisakan sejumlah permasalahan lingkungan. Proses pemotongan hewan kurban berdampak buruk pada kualitas air di Kali Surabaya. Sungai yang menjadi bahan baku air minum di Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, dan Surabaya tersebut tercemar limbah kotoran jerohan dari hewan kurban.
 

Hal tersebut disampaikan PDAM Surya Sembada Surabaya. PDAM Surya Sembada menginformasikan setelah perayaan Idul Adha kemarin, beban pencemaran menurunkan DO (dissolve oxygen) atau kadar oksigen terlarut dalam air Kali Surabaya.

Petugas Lab Perum Jasa Tirta I, Sawaludin mengatakan, lemak dari kotoran ternak yang mengambang di sungai menghalangi sinar matahari yang masuk ke dalam air. Hal ini membuat kadar oksigen berkurang karena proses fotosintesisnya terhalang. 

Koordintaor Garda Lingkungan Jatim, Didik Harimuko menuturkan bahwa peristiwa tersebut terus berulang setiap tahunnya. “Setiap Idul Adha, banyak warga yang membuang dan mencuci jerohan sapi dan kambing di Kali Surabaya. Ini terjadi setiap tahun tapi tidak ada upaya khusus dari pemerintah untuk bisa menanggulanginya,” ujarnya.

Seharusnya, kata dia, BLH (Badan Lingkungan Hidup) Jawa Timur bisa mengambil langkah antisipasi. Namun hal tersebut tidak pernah dilakukan. “Seharusnya bisa dilakukan sosialisasi ke warga atau saat Idul Adha bisa dilakukan sidak langsung ke lapangan,” katanya.

Pantauan langsung itu, urainya, seperti kegiatan rutin patroli air yang biasa dilakukan memantau pencemaran industri. “Jadi kalau ada yang membuang atau mencuci kotoran hewan kurban di Kali Surabaya bisa langsung diingatkan. Tidak peduli itu hari libur tetap harus dilakukan,” tegasnya.

back to top