Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Ibu guru ini bisa ditauladani guru lainnya

Ibu guru ini bisa ditauladani guru lainnya

Mencerdaskan kehidupan bangsa, salah satu kata yang selalu terniang-niang di kepala serta menjadi penyemangat dalam kalbunya. Sri Ning Lestari perempuan asli Bantul ini memiliki dedikasi tinggi untuk memajukan pendidikan negeri.

Jogja-KoPiPendidikan yang penuh dengan masalah serta kebimbangan penetapan kurikulum tak menjadikannya patah semangat. Wanita yang telah mencicipi manis pahitnya kehidupan seorang guru dari tahun 1979 ini tetap kokoh berjuang untuk mencerdaskan anak-anak didiknya.

Terbukti dengan jabatannya saat ini yang telah menjadi kepala sekolah sebanyak 3 kali di sekolah yang berbeda, dengam masalah yang berbeda pula. “Tiap sekolah memiliki masalah masing-masing, baik di pengelolaanya ataupun dalam proses pembelajarannya,” jelas Sri Ning Lestari.

Semua masalah yang dihadapi harus ditangani sebaik mungkin dan setuntas mungkin. Menurutnya, ketelatenan, kesabaran, dan ketelitian dalam menangani masalah merupakan kunci utama dalam menyelesaikannya. Selama 36 tahun masa baktinya, tujuh sekolah negeri beruntung mendapat sentuhan tangan dinginnya. Sekolah itu SDN Kota Madya Rejowinangon III, SDN Njarakan Sewon, SDN Karasan Bantul, SDN Wuluh Hadeg Sanden, SDN Lanteng Baru Imogiri, SDN Sri Harjo Imogiri, dan SDN Ngentak Saden.

Dalam waktu itulah ia berusaha mencapai cita-cita yang sedari dulu ia tancapkan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Tak sia-sia dalam waktu tersebut ia berhasil merombak tatanan yang ada dalam sekolah dan menjadikan sekolah tersebut bertambah maju dibanding sebelumnya. Keuletannya dalam merubah sistem yang ada serta membibing dan menngayomi guru dan peserta didik menjadi cara tersendiri agar sebuah sekolah dapat maju dan menghasilkan peserta didik yang berprestasi.

Menurutnya pengalokasian dana yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan serta dalam aturan pelaksanaan pembelajaran harus dilaksanakan sebaik mungkin. “Kalau dana BOS juga harus digunakan untuk operasional sekolah, membeli alat-alat peraga, buku-buku dilengkapi,” tegas Sri Ning Lestari

Selain itu, kebiasaan disiplin waktu, memiliki skala prioritas, selalu melakukan koordinasi dan kerjasama dengan instansi lain terutama wali murid secara kekeluargaan dan musyawarah, dan transparansi kepada semua. Yang terpenting dari semua itu adalah mengutamakan kemajuan siswa. “Segala cara harus dilakukan demi kemajuan peserta didik, walaupun harus memprivate-nya satu persatu”, tutur Sri Ning Lestari dengan penuh semangat.

Menurutnya semua hal yang baik dan dapat memajukan kemampuan peserta didik harus dilakukan, karena hal tersebut adalah tanggung jawab seorang guru dan sekolah. Salah satu program yang dilakukannya untuk memajukan peserta didik di sekolahnya yaitu dengan mengadakan les private di sekolah secara gratis kepada peserta didik. Les private diberikan setiap sore untuk kelas V dan kelas VI, sedangkan untuk kelas I sampai kelas IV dilakukan setiap pulang sekolah.

“Untuk kelas VI, les dilakukan dengan cara pengklasifikasian peserta didik, jadi di kelompokan menjadi 3 kelompok berdasarkan kemampuan masing. Sehingga, guru dapat memprivat satu persatu peserta didik,” jelasnya.

Hal ini dilakukan agar semua siswa dapat maju, sehingga kemampuan siswa merata. Semua usaha yang dilakukan ini tidak sia-sia, pasalnya SDN Ngentak yang diampunya kini telah menyabet urutan pertama pada UNAS selama dua kali berturut-turut di tingkat kecamatan dengan nilai rata-rata 27,42, serta urutan ketiga di tingkat kabupaten.

“Ketelatenan, kesabaran, keuletan, serta ketelitian dalam membimbing siswa akan menghasilkan siswa yang berkualitas dan tentunya akan memberikan rasa puas kepada kita para tenaga pendidik,” tutur Sri Ning Lestari.

Di tangannya pula sekolah Ngentak dapat menyabet beberapa prestasi seperti, juara I lomba bulu tangkis tingkat provinsi di single putri, juara III lomba senam lantai tingkat daerah, Juara I lomba Panahan tingkat provinsi, peringkat ketiga nilai UNAS se-Bantul, serta prestasi lainnya. Semua yang dicapainya tersebut tak lepas dari peran orang tua murid yang selalu mendukung program yang dilakukannya.

“Orang tua memiliki peranan penting dalam kemajuan peserta didik, dukungan dari orang tua akan menjadikan anak semakin maju,” ungkapnya.

Orang tua sebagai seseorang yang terdekat dengan anak seharusnya mendukung setiap bakat yaang ada dalam diri anak, karena hal tersebut merupakan salah satu aset berharga yang dapat memberikan perubahan dalam diri anak dan kehidupannya.

Selain peserta didik, tenaga pendidik juga wajib memajukan dirinya sebagai pembimbing dari peserta didik yang didiknya. Setiap guru wajib ke perpustakaan untuk membaca buku bacaan lain dan memperluas pengetahuannya untuk ditularkan ke muridnya.

“Guru yang pandai dan menguasai materi sangat dibutuhkan untuk menciptakan peserta didik yang berkualitas, jika gurunya saja tidak berkualitas mana mungkin peserta didik akan berkualitas,” jelas Sri Ning Lestari.

Semua hal yang menyangkut kemajuan anak harus dilakukan, karena setiap kemajuan anak menjadi kepuasan tersendiri bagi tenaga pendidik. Dan keuletan, kesabaran, ketelatenan, dan ketelitian merupakan kunci utama untuk meraihnya.│Frenda Yentin

back to top