Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Ibu culik anak sendiri, ditahan polisi

Ibu culik anak sendiri, ditahan polisi
Saking kuatirnya terhadap keselamatan anak terhadap bahaya penculikan, Ibu ini menculik anaknya sendiri untuk pelajaran. Mungkin, ia memberi pelajaran berarti, tetapi akhirnya ibu ini dijemput polisi dan masuk bui.

KoPi-Troy| Kisah unik ini dimulai dari sifat anaknya yang begitu ramah pada setiap orang. Kuatir sikap membahayakan anaknya yang mengundang penculik, sang Ibu ini akhirnya merencanakan skenario penculikan bersama orang-orang terdekat sebagai pelajaran kepada anaknya.

Nathan Wyn Firoved berperan sebagai penculik. Saat jam pulang sekolah tiba, pria berkacamata itu siap dengan mobilnya di luar gerbang. Begitu targetnya muncul dia pun bergegas menghampiri. Dengan memanfaatkan keramahan si bocah yang tidak disebutkan namanya, ia sukses mengajak bocah tersebut masuk truknya.

Di dalam truk drama penculikan dimulai. Firoved yang merupakan teman kerja bibi korban, Denise Kroutil mengatakan bahwa ia tidak akan bertemu lagi dengan si ibu. "Saya akan memaku tubuhmu didinding gudang". Karena mendengar ancaman itu, korban berteriak histeris dan menangis sekeras-kerasnya. Firoved bahkan mengintimidasi korban dengan sengaja memamerkan senapan yang dia bawa.

Firoved lantas mengikat kaki dan tangan korban, menutup kepalanya dengan jaket sehingga korban tidak bisa melihat apapun. Dalam kondisi tidak berdaya, korban lantas dibawa pulang ke rumahnya di kota Troy, Lincoln, Negara Bagian Missouri, Amerika Serikat.

Begitu tiba dirumah Firoved langsung membawa korban ke basement. Di sana sudah menunggu penculik berikutnya yakni Kroutil 38 tahun yang tidak lain adalah kakak kandung ibu korban yang bertindak sebagai penjahat seksual.

Dia melepas celana korban. Bocah tersebut pun diam saja. Tetapi, kerena korban tidak berontak, Kroutil malah marah.

Setelah mereka menganggap korban telah kapok menjadi bocah supel nan ramah, sekelompok orang dewasa ini pun melepas ikatan kaki dan tangan korban. Korban diajak naik ke atas bertemu dengan sang ibu dan neneknya. Mereka lantas menjelaskan pelajaran nyata yang baru saja korban lalui dalam suasana tertekan dan penuh ketakutan. Intinya mereka meminta korban berhenti bersikap ramah dan supel kepada orang lain, terutama orang yang tidak dikenal.

Pelajaran konyol tersebut terungkap Rabu waktu setempat saat korban bercerita kepada guru di sekolahnya. Karena ngeri mendengar kesaksian siswanya, sang guru lantas melaporkan kepada polisi. Polisi menelusuri kebenaran kisah korban. Penyelidikan peristiwa yang terjadi sekitar beberapa pekan lalu itupun dilakukan. Polisi langsung mengamankan empat tersangka.

Saat ini, ibu korban dan komplotan penculik palsu terpaksa mendekam ditahanan. Mereka dianggap bersalah karena telah dengan sengaja menempatkan korban dalam situasi berbahaya. |newyorkdaylinews|MNC|

back to top