Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Ibu culik anak sendiri, ditahan polisi

Ibu culik anak sendiri, ditahan polisi
Saking kuatirnya terhadap keselamatan anak terhadap bahaya penculikan, Ibu ini menculik anaknya sendiri untuk pelajaran. Mungkin, ia memberi pelajaran berarti, tetapi akhirnya ibu ini dijemput polisi dan masuk bui.

KoPi-Troy| Kisah unik ini dimulai dari sifat anaknya yang begitu ramah pada setiap orang. Kuatir sikap membahayakan anaknya yang mengundang penculik, sang Ibu ini akhirnya merencanakan skenario penculikan bersama orang-orang terdekat sebagai pelajaran kepada anaknya.

Nathan Wyn Firoved berperan sebagai penculik. Saat jam pulang sekolah tiba, pria berkacamata itu siap dengan mobilnya di luar gerbang. Begitu targetnya muncul dia pun bergegas menghampiri. Dengan memanfaatkan keramahan si bocah yang tidak disebutkan namanya, ia sukses mengajak bocah tersebut masuk truknya.

Di dalam truk drama penculikan dimulai. Firoved yang merupakan teman kerja bibi korban, Denise Kroutil mengatakan bahwa ia tidak akan bertemu lagi dengan si ibu. "Saya akan memaku tubuhmu didinding gudang". Karena mendengar ancaman itu, korban berteriak histeris dan menangis sekeras-kerasnya. Firoved bahkan mengintimidasi korban dengan sengaja memamerkan senapan yang dia bawa.

Firoved lantas mengikat kaki dan tangan korban, menutup kepalanya dengan jaket sehingga korban tidak bisa melihat apapun. Dalam kondisi tidak berdaya, korban lantas dibawa pulang ke rumahnya di kota Troy, Lincoln, Negara Bagian Missouri, Amerika Serikat.

Begitu tiba dirumah Firoved langsung membawa korban ke basement. Di sana sudah menunggu penculik berikutnya yakni Kroutil 38 tahun yang tidak lain adalah kakak kandung ibu korban yang bertindak sebagai penjahat seksual.

Dia melepas celana korban. Bocah tersebut pun diam saja. Tetapi, kerena korban tidak berontak, Kroutil malah marah.

Setelah mereka menganggap korban telah kapok menjadi bocah supel nan ramah, sekelompok orang dewasa ini pun melepas ikatan kaki dan tangan korban. Korban diajak naik ke atas bertemu dengan sang ibu dan neneknya. Mereka lantas menjelaskan pelajaran nyata yang baru saja korban lalui dalam suasana tertekan dan penuh ketakutan. Intinya mereka meminta korban berhenti bersikap ramah dan supel kepada orang lain, terutama orang yang tidak dikenal.

Pelajaran konyol tersebut terungkap Rabu waktu setempat saat korban bercerita kepada guru di sekolahnya. Karena ngeri mendengar kesaksian siswanya, sang guru lantas melaporkan kepada polisi. Polisi menelusuri kebenaran kisah korban. Penyelidikan peristiwa yang terjadi sekitar beberapa pekan lalu itupun dilakukan. Polisi langsung mengamankan empat tersangka.

Saat ini, ibu korban dan komplotan penculik palsu terpaksa mendekam ditahanan. Mereka dianggap bersalah karena telah dengan sengaja menempatkan korban dalam situasi berbahaya. |newyorkdaylinews|MNC|

back to top