Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Hukuman kebiri bagi pelaku pedofil perlu dikaji lebih dalam

Hukuman kebiri bagi pelaku pedofil perlu dikaji lebih dalam

Jogjakarta-KoPi| Ketua Lembaga Perlindungan Anak DIY, Dr. Sari Murti berpendapat  pelaku kajahatan seksual pedofilia harus mendapat hukuman yang setimpal. Namun Sari menyarankan diadakan kajian lebih lanjut terhadap usulan hukuman kebiri bagi pelaku pedofilia.

"Karena penyebabnya itu kan dari otak to mba, orang melakukan itu apa dikendalikan oleh saraf saja atau otak ini yang perlu dikaji, jangan sampai ininya dimatikan otaknya jalan terus, ini nganggo tangan, nganggo opo?," papar Dr. Sari Murti seusai closing ISO di Rekso Dyah Utami pukul 17.00 WIB.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat, Kristiana Swasti adanya hukuman kebiri perlu melakukan kajian lebih dalam.

Meskipun tidak merumuskan bentuk hukuman pelaku pedofilia dengan jelas. Namun Kristiana mendorong pemerintah memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku pedofilia.

"Tidak ada hukuman yang setimpal. Akan banyak yang melakuan, bentuk seperti apa? Diperhatikan penelusuran lebih mendalam," kata Kristina.

Sementara mengenai persoalan produk hukum, Sari berpendapat agar pemerintah lebih meningkatkan implementasi produk hukum yang sudah ada. Daripada mempersoalkan hukuman kebiri bagi pelaku pedofilia. Seperti Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, implentasinya belum berjalan optimal.

"Intinya bagaimana hukumnya dikawal, kalau hukuman berat tidak ada pengawalan gimana?," jelas Dr. Sari Murti.

Pasalnya dengan semakin tumpang tindihnya produk hukum tanpa ada implementasi di masyarakat, justru akan memjebak masyarakat dalam persoalan hukum semata.

"Soalnya nanti kita terjebak, tambaih meneh, dengan menambah tanpa evaluasi terhadap undang-undangnya," kritik Dr. Sari.
|Winda Efanur FS|

back to top