Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

House of One Berlin: Simbol toleransi

House of One Berlin: Simbol toleransi

Jerman-KoPi, Adalah sebuah proyek unik bernama “House of One”. Pengadaan proyek ini bertujuan untuk menyediakan tempat ibadah dan perenungan bagi para penganut tiga kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang paling pokok. Bangunan ini terdiri dari sebuah gereja, sebuah sinagog dan sebuah masjid yang dibangun dibawah satu atap.

Kegiatan pendanaan proyek akan diluncurkan minggu ini dengan simbolisasi peletakan batu pertama. Pihak penanggungjawab keuangan proyek berharap mereka dapat memperoleh dana sekitar €43.5m (£35m)untuk mendanai bangunan bata berbentuk hexagonal yang akan dibangun di samping Museum Island Berlin ini. Pembiayaan pembangunan ini seluruhnya diperoleh dari pihak sponsor. Siapapun bisa memberikan donasi uang secara online.


Ide pembangunan ini sudah mulai muncul pada tahun 2009 saat para arkeolog menggali sebuah bagian di Museum Island dan mereka menemukan sisa-sisa reruntuhan gereja Berlin terdahulu, Petrikirche, dan sebuah sekolah kota Latin, yang berangka tahun 1350.


Ide pembangunan ini mendapat respon positif dari ketiga pemuka agama. Rabbi Tovia Ben-Chorin menyatakan:”Berlin adalah kota yang penuh dengan luka dan keajaiban. Di kota inilah pemusnahan kaum Yahudi direncanakan. Dan kini, rumah untuk tiga agama pertama di dunia akan dibangun.”


“Berlin adalah kota yang damai bagi reruntuhan Tembok Berlin dan kota yang damai bagi para penganut dari berbagai macam kepercayaan yang berbeda-beda,” ungkap Gregor Hohberg, seorang pendeta protestan.


Senada dengan pendapat kedua pemuka agama tersebut, Imam Kadir Sanci, pemuka agama islam menyatakan bahwa dirinya berharap proyek ini dapat membangkitkan kesadaran antar penganut kepercayaan dan budaya yang berbeda yang pada akhirnya mereka dapat menghargai keberagaman dan perbedaan yang ada.


(Ana Puspita)
Sumber: The Independent

back to top