Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

House of One Berlin: Simbol toleransi

House of One Berlin: Simbol toleransi

Jerman-KoPi, Adalah sebuah proyek unik bernama “House of One”. Pengadaan proyek ini bertujuan untuk menyediakan tempat ibadah dan perenungan bagi para penganut tiga kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang paling pokok. Bangunan ini terdiri dari sebuah gereja, sebuah sinagog dan sebuah masjid yang dibangun dibawah satu atap.

Kegiatan pendanaan proyek akan diluncurkan minggu ini dengan simbolisasi peletakan batu pertama. Pihak penanggungjawab keuangan proyek berharap mereka dapat memperoleh dana sekitar €43.5m (£35m)untuk mendanai bangunan bata berbentuk hexagonal yang akan dibangun di samping Museum Island Berlin ini. Pembiayaan pembangunan ini seluruhnya diperoleh dari pihak sponsor. Siapapun bisa memberikan donasi uang secara online.


Ide pembangunan ini sudah mulai muncul pada tahun 2009 saat para arkeolog menggali sebuah bagian di Museum Island dan mereka menemukan sisa-sisa reruntuhan gereja Berlin terdahulu, Petrikirche, dan sebuah sekolah kota Latin, yang berangka tahun 1350.


Ide pembangunan ini mendapat respon positif dari ketiga pemuka agama. Rabbi Tovia Ben-Chorin menyatakan:”Berlin adalah kota yang penuh dengan luka dan keajaiban. Di kota inilah pemusnahan kaum Yahudi direncanakan. Dan kini, rumah untuk tiga agama pertama di dunia akan dibangun.”


“Berlin adalah kota yang damai bagi reruntuhan Tembok Berlin dan kota yang damai bagi para penganut dari berbagai macam kepercayaan yang berbeda-beda,” ungkap Gregor Hohberg, seorang pendeta protestan.


Senada dengan pendapat kedua pemuka agama tersebut, Imam Kadir Sanci, pemuka agama islam menyatakan bahwa dirinya berharap proyek ini dapat membangkitkan kesadaran antar penganut kepercayaan dan budaya yang berbeda yang pada akhirnya mereka dapat menghargai keberagaman dan perbedaan yang ada.


(Ana Puspita)
Sumber: The Independent

back to top