Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

House of One Berlin: Simbol toleransi

House of One Berlin: Simbol toleransi

Jerman-KoPi, Adalah sebuah proyek unik bernama “House of One”. Pengadaan proyek ini bertujuan untuk menyediakan tempat ibadah dan perenungan bagi para penganut tiga kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang paling pokok. Bangunan ini terdiri dari sebuah gereja, sebuah sinagog dan sebuah masjid yang dibangun dibawah satu atap.

Kegiatan pendanaan proyek akan diluncurkan minggu ini dengan simbolisasi peletakan batu pertama. Pihak penanggungjawab keuangan proyek berharap mereka dapat memperoleh dana sekitar €43.5m (£35m)untuk mendanai bangunan bata berbentuk hexagonal yang akan dibangun di samping Museum Island Berlin ini. Pembiayaan pembangunan ini seluruhnya diperoleh dari pihak sponsor. Siapapun bisa memberikan donasi uang secara online.


Ide pembangunan ini sudah mulai muncul pada tahun 2009 saat para arkeolog menggali sebuah bagian di Museum Island dan mereka menemukan sisa-sisa reruntuhan gereja Berlin terdahulu, Petrikirche, dan sebuah sekolah kota Latin, yang berangka tahun 1350.


Ide pembangunan ini mendapat respon positif dari ketiga pemuka agama. Rabbi Tovia Ben-Chorin menyatakan:”Berlin adalah kota yang penuh dengan luka dan keajaiban. Di kota inilah pemusnahan kaum Yahudi direncanakan. Dan kini, rumah untuk tiga agama pertama di dunia akan dibangun.”


“Berlin adalah kota yang damai bagi reruntuhan Tembok Berlin dan kota yang damai bagi para penganut dari berbagai macam kepercayaan yang berbeda-beda,” ungkap Gregor Hohberg, seorang pendeta protestan.


Senada dengan pendapat kedua pemuka agama tersebut, Imam Kadir Sanci, pemuka agama islam menyatakan bahwa dirinya berharap proyek ini dapat membangkitkan kesadaran antar penganut kepercayaan dan budaya yang berbeda yang pada akhirnya mereka dapat menghargai keberagaman dan perbedaan yang ada.


(Ana Puspita)
Sumber: The Independent

back to top