Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

House of One Berlin: Simbol toleransi

House of One Berlin: Simbol toleransi

Jerman-KoPi, Adalah sebuah proyek unik bernama “House of One”. Pengadaan proyek ini bertujuan untuk menyediakan tempat ibadah dan perenungan bagi para penganut tiga kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang paling pokok. Bangunan ini terdiri dari sebuah gereja, sebuah sinagog dan sebuah masjid yang dibangun dibawah satu atap.

Kegiatan pendanaan proyek akan diluncurkan minggu ini dengan simbolisasi peletakan batu pertama. Pihak penanggungjawab keuangan proyek berharap mereka dapat memperoleh dana sekitar €43.5m (£35m)untuk mendanai bangunan bata berbentuk hexagonal yang akan dibangun di samping Museum Island Berlin ini. Pembiayaan pembangunan ini seluruhnya diperoleh dari pihak sponsor. Siapapun bisa memberikan donasi uang secara online.


Ide pembangunan ini sudah mulai muncul pada tahun 2009 saat para arkeolog menggali sebuah bagian di Museum Island dan mereka menemukan sisa-sisa reruntuhan gereja Berlin terdahulu, Petrikirche, dan sebuah sekolah kota Latin, yang berangka tahun 1350.


Ide pembangunan ini mendapat respon positif dari ketiga pemuka agama. Rabbi Tovia Ben-Chorin menyatakan:”Berlin adalah kota yang penuh dengan luka dan keajaiban. Di kota inilah pemusnahan kaum Yahudi direncanakan. Dan kini, rumah untuk tiga agama pertama di dunia akan dibangun.”


“Berlin adalah kota yang damai bagi reruntuhan Tembok Berlin dan kota yang damai bagi para penganut dari berbagai macam kepercayaan yang berbeda-beda,” ungkap Gregor Hohberg, seorang pendeta protestan.


Senada dengan pendapat kedua pemuka agama tersebut, Imam Kadir Sanci, pemuka agama islam menyatakan bahwa dirinya berharap proyek ini dapat membangkitkan kesadaran antar penganut kepercayaan dan budaya yang berbeda yang pada akhirnya mereka dapat menghargai keberagaman dan perbedaan yang ada.


(Ana Puspita)
Sumber: The Independent

back to top