Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Hotel-hotel di Surabaya yang bikin sengsara

Hotel-hotel di Surabaya yang bikin sengsara
Surabaya-KoPi| Pembangunan Hotel di Surabaya semakin hari menimbulkan banyak permasalahan. Dampak pembangunan yang berbondong-bondong tersebut menimbulkan kemacetan. Di Jl. Basuki Rahmat, Jl. Tunjungan dan Jl. Embong Malang, misalnya, merupakan pusat kota yang terkena dampak kemacetan sangat berarti.

Sejak tahun 2014, Surabaya ditambahi 16 hotel dengan 2.185 kamar. Kebijakan ini dilandasi dengan terjadinya lonjakan jumlah kedatangan wisatawan asing dan domestik di Surabaya. Menurut Jamhadi, selaku Ketua Kadin Surabaya pada tahu 2012 pembangunan hotel yang terus menerus merupakan upaya dalam menjadikan kota Surabaya sebagai kota penyangga untuk kabupaten dan kota di sekitarnya.

Namun,  menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, tingkat pertumbuhan kunjungan ke Surabaya setiap tahunnya berkisar 10 persen. Sementara, pertumbuhan hotel di Surabaya berkisar 20 hingga 30 persen setiap tahunnya.

Hal ini menyebabkan terjadinya ketimpangan pertumbuhan hotel dengan kebutuhannya. Maka yang terjadi adalah dampak negatif dengan adanya pembangunan tersebut. Menurut M. Soleh selaku ketua perhimpunan hotel dan restoran Indonesia, saat ini jumlah hotel yang berada di pusat kota sudah berada dibatas kewajaran.

Sehingga, menurutnya Pemkot Surabaya seharusnya sudah menolak perijinan pembangunan hotel di Surabaya dan mengalihkannya ke pinggiran kota di Surabaya.

Namun pemerintah lupa dalam menangani permasalah kemacetan dan dampak ketidakmerataan perekonomian di Surabaya. Pembangunan hotel yang bertajuk menyokong perekonomian Surabaya kemudian melupakan perekonomian warga kecil di sekitarnya. 

back to top