Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Hobi foto makanan resto, jadi ladang penghasilan

Hobi  foto makanan resto, jadi ladang penghasilan
Surabaya -  KoPi | Trend mainstream dikalangan remaja saaat ini adalah foto makanan dan memostingnya di instagram. Berawal dari kegemaran, siapa sangka foto makanan dan memostingnya di instagram menajdi pekerjaan yang meraup banyak keuntungan.

Amanda Kohar, salah satu food hunter asal Surabaya ini mengaku mendapat banyak keuntungan dari kegemarannya terhadap memfoto makanan. kegemaran yang ia geluti sejak empat tahun belakangan ini justru menjadikanya sebagai salah satu bentuk pekerjaan dan menghasilkan uang.

Pemilik akun instagram @amandakohar yang memiliki 14 ribu followers ini berawal dari iseng-iseng bersama dengan kawannya. “awalnya aku iseng, sering makan sama temen-temen terus suka selfie. Dari situ iseng foto makanan, diposting. Terus kok asyik. Eh malah di hire sama resto-resto buat sekalian promosiin” ujarnya.

Meskipun telah digaji oleh beberapa resto, Amanda tidak semata-mata menjadikan hobinya berorientasi uang. “pokoknya setiap aku makan dimanapun aku foto. Kalau menarik dan baru pertama kali, aku posting di instagram. Kalo enggak ya untuk koleksi pribadi aja” tuturnya.

Ia mengaku setiap hari selalu ada undangan dari resto-resto tertentu. Undangan untuk sekedar mencicipi maupun tawaran kerjasama dengan bayaran yang disepakati. “gak semuanya aku terima. Aku juga liat liat menunya. Kalo gak ada yang menarik ya buat apa. Harus menarik dan sesuai sama identitas aku di instagram” ujar Amanda.

Amanda dengan 6 anggota tim-nya keliling Surabaya untuk mencari hidangan menu café-café yang menyajikan makanan unik. Ia memosting di akun pribadi instagramnya. Resto tersebut kerap mendapat tambahan pengunjung maupun follower dari media online yang dimilikinya.
“yang penting itu passion, kamu suka, kamu kerjakan. Walaupun memang kegemaran kalo udah jadi kerjaan bakalan kerasa lebih berat. Fokus intinya” lanjutnya. | Labibah

back to top