Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Hidup dan mati ISIS di Kobane

Hidup dan mati ISIS di Kobane
Kobane- KoPi- Militan ISIS berjuang untuk bertahan hidup di pertempuran jalanan dengan Kurdi di Kobane. ISIS mungkin telah membuat kesalahan fatal. Mereka menderita kerugian besar di tanah Suriah dan menghindari hujan lebat bom AS. Kemungkinan teror mereka sekarang bisa melemah secara serius. 

Para ekstremis berjuang di Kobane dan masih belum berhasil memotong perbatasan Suriah-Turki, sebuah rute pasokan penting bagi pasukan Kurdi. Akhir pekan ini Amerika Serikat berencana melakukan 25 serangan udara di Irak dan Suriah dengan menargetkan pasokan minyak jihadis  yang berharga. 

“Itu adalah taktik baru yang bisa menjadi kehancuran mereka”, menurut sebuah analisis oleh peneliti militer, Justin Bronk. Dalam pertempuran sengit di Kobane, ISIS meluncurkan serangan mortir ganas di Kobane kemarin, namun akhirnya diundur dan mereka menderita kerugian besar. 

Perbatasan dengan Turki sangat penting bagi para pejuang Kurdi karena jalan satu-satunya mereka untuk memasok dan merupakan jalan keluar untuk warga sipil yang tersisa dari 200.000 pengungsi yang sudah melarikan diri dari Kobane sejak pertengahan September. 

Utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura mengatakan pada awal bulan ini sekitar 12.000 warga sipil tetap berada di dalam dan sekitar Kobane dengan mempertaruhkan nyawa mereka untuk melawan militan agar tidak memotong perbatasan. 

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

 

 

 

back to top