Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Hera dipaksa kerja keras

Hera dipaksa kerja keras

Pekanbaru–KoPi| Unggulan dua nomor tunggal dewasa putri, Hera Desi Ana Rachmawati dipaksa kerja keras di 16 besar Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Riau Open 2015. Juara seri ke sembilan di Surabaya ini berjumpa dengan Ersa Narulia Ramadhanti dari Jaya Raya Jakarta pada Rabu (25/11) sore.

Pertarungan berlangsung sengit, kejar mengejar angka tak bisa dihindari sejak pertandingan dimulai. Tetapi Hera berhasil lepas di masa kritis dan memenangkan game pertama dengan 21-18. Memasuki game kedua, Hera terlihat kesulitan mengontrol shuttlecock di lapangan. Berkali-kali ia melakukan penilaian keliru atas jatuhnya shuttlecock, dan membuatnya tertinggal 3-7.

Namun ia tak menyerah begitu saja. Ia kembali sukses mengendalikan permainan dan menyamakan kedudukan diangka 9 untuk kemudian balik unggul 11-9 di interval. Unggul 15-13, skor kembali menjadi imbang di kedudukan 15 dan terus terjadi angka kembar. Bahkan Hera sempat balik tertinggal 19-20. Tetapi berkat kesabarannya dan penguasaan bola di lapangan, Hera sukses menutup pertandingan dengan 22-20.

“Hari ini saya memang agak kesulitan untuk bermain karena lapangan memang cukup licin. Saya jadi bermain terlalu berhati-hati, yang penting bolanya masuk dulu. Saya masih agak takut untuk cedera lagi dengan kondisi lapangan seperti itu, karena sekarang juga saya kan baru pulih dari cedera (kaki kiri),” ujar Hera usai laga.

Di babak perempat final besok (26/11) Hera akan berjumpa dengan Marsa Indah Salsabila. Wakil dari Galaxy Sidoarjo ini menang dua game langsung 21-17 dan 21-15 atas Siska Minami Oktila dari Angkasa Prestasi Gemilang.

“Untuk lawan Marsa, saya belum pernah bertemu. Besok saya akan mencoba pola permainan dia dulu, ingin liat dulu. Saya tidak tahu akan bermain seperti apa, yang jelas saya ingin lebih siap lagi di lapangan dan berharap tidak ada kendala seperti hari ini,” pungkasnya.

Sementara itu di nomor tunggal putra, unggulan teratas Rifan Fauzin Ivanudin dari Pelita Bakrie juga dipaksa kerja keras. Berhadapan dengan Eska Riffan Jaya dari Mutiara Cardinal, Rifan baru bisa menang dengan skor akhir 21-10, 19-21 dan 21-19.

back to top