Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Hera dipaksa kerja keras

Hera dipaksa kerja keras

Pekanbaru–KoPi| Unggulan dua nomor tunggal dewasa putri, Hera Desi Ana Rachmawati dipaksa kerja keras di 16 besar Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Riau Open 2015. Juara seri ke sembilan di Surabaya ini berjumpa dengan Ersa Narulia Ramadhanti dari Jaya Raya Jakarta pada Rabu (25/11) sore.

Pertarungan berlangsung sengit, kejar mengejar angka tak bisa dihindari sejak pertandingan dimulai. Tetapi Hera berhasil lepas di masa kritis dan memenangkan game pertama dengan 21-18. Memasuki game kedua, Hera terlihat kesulitan mengontrol shuttlecock di lapangan. Berkali-kali ia melakukan penilaian keliru atas jatuhnya shuttlecock, dan membuatnya tertinggal 3-7.

Namun ia tak menyerah begitu saja. Ia kembali sukses mengendalikan permainan dan menyamakan kedudukan diangka 9 untuk kemudian balik unggul 11-9 di interval. Unggul 15-13, skor kembali menjadi imbang di kedudukan 15 dan terus terjadi angka kembar. Bahkan Hera sempat balik tertinggal 19-20. Tetapi berkat kesabarannya dan penguasaan bola di lapangan, Hera sukses menutup pertandingan dengan 22-20.

“Hari ini saya memang agak kesulitan untuk bermain karena lapangan memang cukup licin. Saya jadi bermain terlalu berhati-hati, yang penting bolanya masuk dulu. Saya masih agak takut untuk cedera lagi dengan kondisi lapangan seperti itu, karena sekarang juga saya kan baru pulih dari cedera (kaki kiri),” ujar Hera usai laga.

Di babak perempat final besok (26/11) Hera akan berjumpa dengan Marsa Indah Salsabila. Wakil dari Galaxy Sidoarjo ini menang dua game langsung 21-17 dan 21-15 atas Siska Minami Oktila dari Angkasa Prestasi Gemilang.

“Untuk lawan Marsa, saya belum pernah bertemu. Besok saya akan mencoba pola permainan dia dulu, ingin liat dulu. Saya tidak tahu akan bermain seperti apa, yang jelas saya ingin lebih siap lagi di lapangan dan berharap tidak ada kendala seperti hari ini,” pungkasnya.

Sementara itu di nomor tunggal putra, unggulan teratas Rifan Fauzin Ivanudin dari Pelita Bakrie juga dipaksa kerja keras. Berhadapan dengan Eska Riffan Jaya dari Mutiara Cardinal, Rifan baru bisa menang dengan skor akhir 21-10, 19-21 dan 21-19.

back to top