Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Hari ke-3 Pelatihan dan Hiburan di Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 27

Hari ke-3 Pelatihan dan Hiburan di Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 27

Jogjakarta-KoPi| Hari ke-3 ini semua kegiatan FKY27 berpusat di Taman Kuliner Condongcatur. Sejak jam 12:00 WIB suasana Taman Kuliner Condongcatur sudah mulai riuh dengan kehadiran para pemilik tenant yang mempersiapkan kios-kiosnya di sini.

Meskipun namanya “Taman Kuliner”, namun bukan berarti seluruh tenant yang ada di Pasar Seni Festival Kesenian Yogyakarta 27 ini hanya melulu berjualan makanan, minuman, dan kudapan. Ada pula tenant yang menyediakan produk-produk kreatif dan kerajinan yang menarik, unik, dan khas.

Workshop hari ini menarik karena membuat busana dari koran yang diberikan oleh Mas Dhani Brain, yang merupakan alumni teater tahun 2000 yang hingga kini masih fokus dalam keartistikan. Ia beberapa kali dipercaya untuk membuat properti dan kostum beberapa pertunjukan teater seperti teater Garasi. Direncanakan workshop in iakan berjalan 3 hari dan di hari ke-4 akan dilombakan dengan juri Dhani Brain dan seorang juri lainnya. Sebelum itu, di sore harinya adapula workshop vokal Raung Jagat oleh Ruli Shabara yang nanti hasilnya akan dipentaskan pada tgl 25 Agustus 2015 di Panggung Seni Festival Kesenian Yogyakarta 27.

Adapun panggung pasar seni di sore hari dibuka oleh Untitled Joy yang terbentuk pertengahan 2006 terdiri atas Adi Putra (Guitar), Bagus Tomo (Drum),, Maiky Nofriyanto (Noise), Nico Okada (Vocal &Puisi), dan Riyan Kresnandi (Bass).

Kemudian Dinosaur Youth, band beraliran indie-rock/alternative-rock yang terinspirasi oleh kultur populer 90an, dimana MTV masih menjadi acuan kepopuleran seseorang di kalangan sebayanya, dengan beranggotakan Robert (guitar), Dutty (Bass), dan Rizal (Drum), menyusul turut meramaikan panggung seni FKY27.

Sebuah kelompok musik bernama unik Skandal juga ada dalam jajaran penampil malam ini. Sesuai namanya, Skandal sebuah proyek musik perselingkuhan dari gabungan beberapa personil band lintas genre yang ada di Yogyakarta. Pada tahun 2014 seiring dengan berjalannya waktu formasi Skandal mengalami perubahan, dimana formasi sekarang tinggal menyisakan 4 orang, yakni Sidha (vokal), Aga (drum), Rezha (gitar) dan Robert (gitar).

Luise Najib, wanita kelahiran Balikpapan 28 November 1989 turut menyegarkan panggung terbuka di Taman Kuliner Condongcatur hari ini. Pada tahun 2014, Luise memutuskan untuk melanjutkan karir musiknya di jalur indie. Masih dengan semangat berkarya yang tinggi, Luise bersama dengan Erwin Zubiyan membuat sebuah duo bernama “Wangi Hujan”.

Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul malam kemarin berperan sebagai peleapas dahaga para penonton yang merindukan pertunjukkan seni tradisional. Hal ini terbukti dengan beberapa penonton yang turut serta menari di depan panggung. Sungguh hiburan yang menghangatkan udara malam di Sleman ini.

Setelah kehadiran Maz Inung Gitaris 5 Gunung 3 Lautan, sebuah kelompok bernama The Cloves And The Tobacco yang mengusung genre Paddy Beat Punk dengan berrangotakan Abiyoga Fazri (Electric Guitar/Back Vocal), Kahfi (Bass), Adit Tongseng (Vocals, Acoustic Guitar), Kojack Blues (5 String Banjo) Fani Black (Tin Whistle), Piztt (Drunken’ Fiddler, Keyboard, Shouter), dan Koro (Drums) menutup gelaran panggung pasar seni FKY 27 hari ke-3 ini.

Selain panggung Pasar Seni, ada juga panggung-panggung kecil di sekitaran Pasar Seni FKY 27, yaitu yang disebut Panggung Fringe, di panggung ini para seniman local unjuk gigi dengan kebisaan mereka seperti musik pengamen jalanan oleh Mas Yuliono, mini teater dan musik noise, juga ada sulap. Panggung Fringe ini diharapkan dapat memberikan suasana yang berbeda, menikmati kesenian yang intim dengan pengunjung.

Agenda Festival Kesenian Yogyakarta 27 esok hari diwarnai antara lain oleh Lokakarya Seni Grafis di Wirogunan, Malam Sastra FKY “Ini Muka, Siapa Punya?”, Mila Art Dance, dan BATIGA.

back to top