Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Harga minyak dunia kembali turun

Harga minyak dunia kembali turun

New York| Harga minyak dunia mundur dari keuntungan dua hari pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena para pedagang memperingatkan bahwa lonjakan harga yang terjadi terlalu cepat sementara faktor fundamental tidak banyak berubah.

Menurut Xinhua, harga minyak naik sekitar 10 persen dalam dua hari perdagangan terakhir setelah Arab Saudi dan Rusia mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan peningkatan produksi, serta mendorong produsen-produsen besar lainnya untuk mengikuti langkah serupa.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 1,40 dolar AS menjadi berakhir di 36,50 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei turun 1,19 dolar AS menjadi ditutup pada 39,65 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Para analis mengantisipasi bahwa perusahaan-perusahaan minyak besar AS akan terus memangkas pengeluaran mereka. Perusahaan-perusahaan energi AS mengurangi rig minyak mereka untuk pekan kesebelas berturut-turut, menurut data yang dirilis oleh perusahaan jasa minyak Baker Hughes.

Sementara itu kantor berita AFP seperti dikutip oleh Channel News Asia, menyebutkan bahwa penurunan harga minyak juga didorong oleh data perdagangan Tiongkok yang lemah dan skeptisisme tentang prospek produsen-produsen minyak besar akan sepakat membatasi produksi.

Penurunan terjadi setelah data kepabeanan Tiongkok menunjukkan ekspor merosot 25,4 persen pada Februari, penurunan terbesar sejak Mei 2009. Data tersebut juga menunjukkan penurunan 13,8 persen dalam impor Tiongkok, memunculkan pertanyaan lebih lanjut tentang kesehatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Gene McGillian dari Tradition Energy mengatakan data Tiongkok yang buruk, bersama dengan peluang laporan persediaan minyak bumi AS "bearish" pada Rabu, berarti pasar minyak mungkin "sedikit terlalu berat" setelah WTI naik sekitar 10 dolar AS selama satu bulan terakhir atau lebih.

Para analis juga mengutip laporan dari Goldman Sachs yang menyesalkan "lonjakan prematur dalam harga komoditas yang kami percaya tidak berkelanjutan" setelah kenaikan kuat dalam harga minyak, tembaga dan komoditas lainnya.| Antara News

back to top