Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Harga ikan naik, pedagang pasrah pada alam

Harga ikan naik, pedagang pasrah pada alam


Kenaikan harga daging hingga ikan melengkapi daftar kenaikan harga sembako. Sejumlah pedagang ikan merasa kesulitan menjajakan dagangannya. Secara gamblang pedagang meminta turun tangan membantu pedagang, namun hingga kini belum ada tindakan tegas pemerintah. Mengingat komoditas ikan atau sektor maritim dulunya paling dielu-elukan oleh pemerintah.

Jogjakarta-KoPi | Kenaikan harga ikan berdampak langsung terhadap animo masyarakat membeli ikan. Serempak pedagang ikan mengeluhkan situasi seperti ini. Namun kebanyakan pedagang ikan pasrah dengan keadaan, beberapa menilai sebagai faktor alam yang lumrah.

Seperti diungkapkan oleh pedagang ikan pasar Malioboro, Imam stok ikan dagangannya cukup, namun untuk persediaan beberapa bulan ke depan belum memiliki kepastian.

“ Ya kita ngkiutin alam aja, prediksi ini susah-susah gampang apalagi ini kemarau panjang sampai Desamber, kayaknya mau naik lagi,” tutur Imam.

Sementara pedagang pasar Demangan Rubiyati mengeluh keadaan pedagang hanya bisa pasrah pada alam dan situasi pasar. Bagi Rubiyati untuk bertahan kembali pada sikap masing-masing pedagang.

“ Kalau saya sudag lepas ( tidak ada agen), saya langsung tangan satu ( suplay dari pelabuhan), yang lain beda ( ada yang melalui perantara pihak lain), tutur Rubiyati.

Namun berbeda dengan pedagang ikan pasar Beringharjo, Budi merasa kesulitan dengan kenaikan harga ikan. Budi mengharapkan pemerintah terlibat mengatasi masalah pedagang.

“ Pemerintah yo, bantu-bantu kasih duit buat modal. Tapi koyo’e pemerintah ra ene kebijakane, ada yang bantu malah pabrik yang bantu ngutangi pakan lele,” kritik Budi.

Tampaknya kesulitan yang dirasakan pedagang ikan saat ini, belum mencerminkan artik kebebasan ekonomi yang tercermin dari tweet Menteri Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

“ Kemerdekaan bangsa adalah kebebasan untuk berdaulat menjadi mandiri, dalam ekonomi, ideologi juga kebebasan untuk bekerja, berkerya bagi negri,” twett Susi pada 17 Agustus lalu. |Winda Efanur FS|

back to top