Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Harga daging sapi naik, bisa karena spekulan

Harga daging sapi naik, bisa karena spekulan

Jogjakarta-KoPi| Menjelang Hari Raya Idul Adha harga daging sapi wilayah kota Jogja cenderung naik. Kisaran harga daging sapi per kilonya Rp 110.000 di Pasar Kranggan dan Rp 120.000 di Pasar Demangan. Sementara harga relatif stabil di Pasar Beringharjo Rp 110.000.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Kota Jogja, Sri Harnani menuturkan harga daging masih normal untuk pasar Beringharjo. Sementara untuk perbandingan harga di pasar-pasar lain pihaknya belum melakukan pemantauan secara menyeluruh.

Sri menambahkan faktor kenaikan harga daging karena rendahnya permintaan konsumen. Dia menyebutkan pengaruh rumah tangga mengurangi konsumsi daging karena pembayaran biaya sekolah. Dirinya menampik adanya campur tangan pedagang nakal dalam penjualan daging sapi.

Namun hal berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Pertanian Kota Jogjakarta, Benny Nurhantoro menuturkan mahalnya harga daging terpaut dengan kondisi ekonomi yang lesu. Kelesuan ekonomi ini diperparah oleh permainan para pedagang daging sapi.

“Ini tren persiapan lebaran ( Idul Adha) oleh shohibul kurban untuk berkurban nah tren yang terakhir ini dimanfaatkan oleh kaum spekulan untuk memenuhi kebutuhan daging," papar Beni saat ditemui di kantornya pukul 13.00 WIB.

Beni menambahkan pedagang spekulan akan mempengaruhi harga daging kurban seperti domba hingga sapi. Namun harga daging sapi ini yang akan semakin naik.

“Kaum spekulan telah menyiapkan dagangannya mengambil di pelosok untuk dijajakan di pasar tiban nanti, mereka akan rame-rame menjual,” tutur Benni.

Secara terpisah pedagang daging Pasar Demangan, Tri mengeluhkan minat konsumen daging menurun drastis. Tri hanya memasok beberapa kilo saja untuk jualan di pasar.

“Ini dari sananya ( supliyer) sedikit harganya naik masih juga resikonya tinggi, otomatis pedagang jadi korbannya, apalagi menjelang Idul Adha naik dari sana disimpan dulu, itu malah lebih sepi lagi,” tutur Tri. |Winda Efanur FS|

back to top