Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Harga Cabai Anjlok, Cabai Yogyakarta masih aman

Sumber foto Indowarta Sumber foto Indowarta

Jogja-Kopi|Harga cabai di Yogyakarta masih aman hingga saat ini, walaupun di daerah lain harga cabai anjlok.
Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta, Sasongko, mengatakan bahwa harga cabai di Yogyakarta masih aman untuk saat ini.

”Meski harga cabai anjlok, namun harga masih diposisi menguntungkan bagi petani dan pembeli,”ujar, Sasongko, pada awak media di Kantor Gubernur DIY, Kamis (6/4).

Harga cabai di Yogyakarta sendiri khususnya di pasar Bringharjo menurut bkpp.jogjaprov.go.id mencapai Rp 20.000 untuk cabai merah besar dan Rp 15.000 untuk cabai keriting. Menurut Sasongko, harga tersebut sudah kompromif, menguntungkan bagi petani dan masyarakat sebagai pembeli.

Kemudian ia mengatakan bahwa Dinas Pertanian baru akan bergerak jika ada permasalahan di pertanian, misalnya barang atau cabai tidak terserap ke luar daerah.

“Pergerakkan yang dimaksud seperti kita beri sosialisasi mengolah cabai menjadi bubuk dengan proses pengeringan dan dapat dijual. Namun sampai saat ini, penjualan masih menguntungkan petani dan cabai yang laku dijual masih dalam bentuk segar,”katanya.

back to top