Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Harga beras tak akan kembali murah

Harga beras tak akan kembali murah
Surabaya – KoPi | Berkat pemerintah Orde Baru, beras telah menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia. Meski di buku pelajaran masa SD disebutkan beberapa komunitas di Indonesia mengkonsumsi makanan lain seperti jagung atau sagu, tak bisa dibantah beras kini telah dikonsumsi secara luas di Indonesia.
Akibatnya ketika terjadi kenaikan harga beras, banyak masyarakat yang terkena dampaknya. Masyarakat yang tidak lagi terbiasa mengkonsumsi makanan alternatif seperti ubi dan singkong harus begitu tergantung pada beras. Berapa pun harga beras, mereka harus membelinya.

Pemerintah menyebutkan kenaikan harga beras akhir-akhir ini dikarenakan masa panen yang terlambat. Selain musim kemarau panjang, di beberapa daerah juga terjadi serangan hama dan banjir sehingga panen berkurang. 

Selain itu, ditariknya stok beras nasional untuk jatah raskin pada bulan November, Desember, dan Januari juga mempengaruhi kenaikan harga beras. Karena kekosongan tersebut, pemerintah jadi dianggap terlambat menggelontorkan beras ke pasar. Akibatnya terjadi kekosongan stok di pasar dan hal itu dimanfaatkan pedagang untuk menaikkan harga.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebelumnya mengeluarkan pernyataan bahwa harga beras akan segera turun. Hal itu karena dalam dua minggu ke depan daerah penghasil beras akan memasuki masa panen raya. KPPU berharap stok beras akan kembali membanjiri pasar dan menurunkan harga.

Meski demikian, Sosiolog Kemiskinan dari Unair, Bagong Suyanto skeptis harga beras akan kembali seperti semula. Menurutnya, begitu harga suatu barang naik, akan sulit kembali hingga ke level sebelumnya. Ia yakin harga beras akan tetap tinggi, dan masyarakat miskin akan kesulitan membelinya.

“Faktor penyebabnya karena lahan persawahan yang semakin berkurang. Produksi beras kita semakin turun, akibatnya kita harus terus impor. Saya percaya harga beras akan terus naik. Kalau ini dibiarkan ancaman krisis beras di Indonesia bisa semakin nyata,” ujarnya.

 

back to top