Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Harga beras mulai naik, inflasi turut meningkat

Harga beras mulai naik, inflasi turut meningkat
Surabaya-KoPi| Memasuki minggu pertama Oktober 2015 harga beras di Jawa Timur mulai merangkak naik, dengan rata-rata kenaikan Rp 200-500/kg. Kenaikan diduga akibat efek pasca panen raya.
 

Berdasarkan pantauan dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Bahan Pokok Jawa Timur, harga beras kelas medium IR 64 pada pertengahan September 2015 rata-rata Rp 8.600/kg. Namun, memasuki bulan Oktober naik menjadi Rp 9,000/kg. Sedangkan beras premium Bengawan dari Rp 10.500/kg naik menjadi Rp 11.000/kg dan beras premium mentik wangi dari Rp 11.500/kg naik menjadi Rp 11.700/kg.

Meski demikian, kenaikan tersebut tidak mempengaruhi daya beli masyarakat. Berdasarkan pantauan pasar oleh KoPi, pedagang beras di pasar Keputran masih ramai dikunjungi masyarakat. 

Pedagang menyebutkan mengambil beras dari pasar beras Bendul Merisi Surabaya. Menurut mereka, beras yang dijual di Pasar Beras Bendul Merisi didatangkan langsung dari petani dan penggilingan beras dari sentra-sentra penghasil beras di Jawa Timur. Selama ini Surabaya menggantungkan pasokan beras dari Lamongan, Madiun, Jember, Banyuwangi, dan Situbondo. Karena itu, maka harga beras di Pasar Bendul Merisi lebih murah. 

Para pedagang menduga kenaikan harga beras kali ini diduga karena Jawa Timur sudah memasuki pasca panen raya padi dan musim kemarau panjang. Di saat seperti ini dipastikan harga beras naik, tetapi kenaikannya tidak sebesar di Jakarta, Bandung, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Jawa Timur adalah salah satu lumbung padi nasional. Menurut data dari BPS Jawa Timur produksi padi sekitar 12 juta ton lebih per tahunnya. Produksi beras Jawa Timur selain untuk dikonsumsi sendiri juga untuk memenuhi kebutuhan beras provinsi lain di Indonesia.

Dikutip dari siaran pers Pemprov Jatim, kenaikan harga beras sudah terasa sejak September dan akan terus berlanjut. Kepala Bidang Distribusi Statistik BPS Jawa Timur Satriyo mengatakan, kenaikan harga beras tersebut sebenarnya kecil, namun berpengaruh pada inflasi di Surabaya. Dampaknya, inflasi Jawa Timur pada September 2015 sebesar 0,24 persen.

back to top