Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Harga BBM Naik Turun, Tarif Angkot Tak Menentu

Pemandangan Terminal Bratang Surabaya yang sepi penumpang Pemandangan Terminal Bratang Surabaya yang sepi penumpang
SURABAYA – KoPi | Sejak pemerintahan Jokowi-JK diresmikan 20 Oktober 2014 lalu, tarif premium bersubsidi mengalami perubahan sebanyak empat kali. Per 1 Maret 2015 pukul 00.00, harga premium kembali naik dari Rp.6.700,- menjadi Rp.6.900,-. Harga kebutuhan pokok menjadi naik, tak terkecuali tarif angkutan umum.

Di Surabaya, tarif angkutan umum berkisar antara empat ribu hingga lima ribu rupiah dalam jarak normal. Sedangkan, untuk jarak jauh, tarifnya lebih mahal daripada itu. Hal inipun diakui sendiri oleh salah satu sopir angkutan umum T2 jurusan Joyoboyo-Mulyosari-Kenjeran, Nur Hasan.

“Iya, mbak. Sebelumnya, memang agak bingung ini. Kalau penumpang ngasih Rp.4.000,-, saya tidak meminta tambahan. Tapi, setelah ada kenaikan yang baru ini, tarif angkot jarak dekat dan menengah jadi Rp.5.000,-,” kata Nur Hasan.

Mirisnya, Nur yang bertempat tinggal di Sutorejo ini, bahkan mengakui bahwa penumpangnya cukup berkurang. “Jam segini (sekitar jam sembilan pagi) itu penumpang lagi banyak-banyaknya. Sekarang sepi. Dapat dua sampai lima penumpang itu udah bagus,” tutur Nur yang ditarget setoran sebesar Rp.50.000,- setiap ‘menarik’ angkot.

Pria berusia 41 tahun ini juga menambahkan bahwa uang hasil tarikan angkotnya, juga digunakan untuk membeli bahan bakar premium yang kembali naik ini. “Biasanya saya belikan dua sampai tiga liter. Sesudah itu, saya setor ke juragan. Sisanya, saya ambil sebagai keuntungan,” katanya.| Defrina S.S.

back to top