Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Harga BBM Naik Turun, Tarif Angkot Tak Menentu

Pemandangan Terminal Bratang Surabaya yang sepi penumpang Pemandangan Terminal Bratang Surabaya yang sepi penumpang
SURABAYA – KoPi | Sejak pemerintahan Jokowi-JK diresmikan 20 Oktober 2014 lalu, tarif premium bersubsidi mengalami perubahan sebanyak empat kali. Per 1 Maret 2015 pukul 00.00, harga premium kembali naik dari Rp.6.700,- menjadi Rp.6.900,-. Harga kebutuhan pokok menjadi naik, tak terkecuali tarif angkutan umum.

Di Surabaya, tarif angkutan umum berkisar antara empat ribu hingga lima ribu rupiah dalam jarak normal. Sedangkan, untuk jarak jauh, tarifnya lebih mahal daripada itu. Hal inipun diakui sendiri oleh salah satu sopir angkutan umum T2 jurusan Joyoboyo-Mulyosari-Kenjeran, Nur Hasan.

“Iya, mbak. Sebelumnya, memang agak bingung ini. Kalau penumpang ngasih Rp.4.000,-, saya tidak meminta tambahan. Tapi, setelah ada kenaikan yang baru ini, tarif angkot jarak dekat dan menengah jadi Rp.5.000,-,” kata Nur Hasan.

Mirisnya, Nur yang bertempat tinggal di Sutorejo ini, bahkan mengakui bahwa penumpangnya cukup berkurang. “Jam segini (sekitar jam sembilan pagi) itu penumpang lagi banyak-banyaknya. Sekarang sepi. Dapat dua sampai lima penumpang itu udah bagus,” tutur Nur yang ditarget setoran sebesar Rp.50.000,- setiap ‘menarik’ angkot.

Pria berusia 41 tahun ini juga menambahkan bahwa uang hasil tarikan angkotnya, juga digunakan untuk membeli bahan bakar premium yang kembali naik ini. “Biasanya saya belikan dua sampai tiga liter. Sesudah itu, saya setor ke juragan. Sisanya, saya ambil sebagai keuntungan,” katanya.| Defrina S.S.

back to top