Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Harga BBM Naik Turun, Tarif Angkot Tak Menentu

Pemandangan Terminal Bratang Surabaya yang sepi penumpang Pemandangan Terminal Bratang Surabaya yang sepi penumpang
SURABAYA – KoPi | Sejak pemerintahan Jokowi-JK diresmikan 20 Oktober 2014 lalu, tarif premium bersubsidi mengalami perubahan sebanyak empat kali. Per 1 Maret 2015 pukul 00.00, harga premium kembali naik dari Rp.6.700,- menjadi Rp.6.900,-. Harga kebutuhan pokok menjadi naik, tak terkecuali tarif angkutan umum.

Di Surabaya, tarif angkutan umum berkisar antara empat ribu hingga lima ribu rupiah dalam jarak normal. Sedangkan, untuk jarak jauh, tarifnya lebih mahal daripada itu. Hal inipun diakui sendiri oleh salah satu sopir angkutan umum T2 jurusan Joyoboyo-Mulyosari-Kenjeran, Nur Hasan.

“Iya, mbak. Sebelumnya, memang agak bingung ini. Kalau penumpang ngasih Rp.4.000,-, saya tidak meminta tambahan. Tapi, setelah ada kenaikan yang baru ini, tarif angkot jarak dekat dan menengah jadi Rp.5.000,-,” kata Nur Hasan.

Mirisnya, Nur yang bertempat tinggal di Sutorejo ini, bahkan mengakui bahwa penumpangnya cukup berkurang. “Jam segini (sekitar jam sembilan pagi) itu penumpang lagi banyak-banyaknya. Sekarang sepi. Dapat dua sampai lima penumpang itu udah bagus,” tutur Nur yang ditarget setoran sebesar Rp.50.000,- setiap ‘menarik’ angkot.

Pria berusia 41 tahun ini juga menambahkan bahwa uang hasil tarikan angkotnya, juga digunakan untuk membeli bahan bakar premium yang kembali naik ini. “Biasanya saya belikan dua sampai tiga liter. Sesudah itu, saya setor ke juragan. Sisanya, saya ambil sebagai keuntungan,” katanya.| Defrina S.S.

back to top