Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Hampir senua anak di DIY sudah divaksin MR

Hampir senua anak di DIY sudah divaksin MR
Sleman-KoPi| Sebulan pasca penyelenggaraan kampanye imunisasi Vaksin Measless dan Rubella (MR) di Wilayah DIY, Dinas Kesehatan Yogyakarta menyampaikan hampir semua anak kecil,balita ,dan remaja DIY sudah divaksin MR. 
 
Kepala dinas kesehatan DIY,Pembayun Setianing Astuti, M.Kes menerangkan sejak Agustus hingga September, pihaknya sudah mengimunisasi hampir lima ratus ribu  siswa diseluruh DIY dengan vaksin MR. Jumlah ini merupakan target yang sudah ditetapkan sejak awal kampanye dimulai
"Kami sudah menargetkan agar lebih dari 90 persen siswa di DIY sudah diberi Vaksin MR, siswa di DIY berjumlah 584.740 totalnya  sementara jumlah siswa yang sudah dimunisasi dengan vaksin berjumlah 569.219 siswa. Jika dipresentasekan maka ada sekitar 97,34 persen siswa di DIY sudah divaksin,"ujar Pembayun Setianing saat Jumpa Pers di UGM,Kamis (14/9)
 
Pihaknya pun memang sudah menargetkan imunisasi MR ini pada kalangan TK,PAUD, SD, dan SMP sederajat dengan jumlah 4812 Sekolah di DIY. 
 
Sementara jumlah kurang lebih 10.000 yang belum diberi vaksin disebabkan kendala siswa tidak datang ke sekolah saat hari imunisasi. Pihaknya pun akan membuka pelayanan imunisasi di Puskesmas .
 
Tak hanya dari kalangan siswa saja, Dinkes DIY pun juga akan bergerak ke Posyandu untuk mengimunisasi balita. Tercatat pihaknya sudah memberikan vaksin MR pada 60871 Bayi dari total 199.201 bayi di DIY. Angka ini pun menyumbang target real yang dinkes dan pemerintah kejar yaitu seluruh anak di DIY bebas Campak dan Rubella.
 
"Sampai tanggal 13 September ,sasaran real kami 671863 dan kami sudah memberikan vaksin pada 650427sasaran,angka ini tidak melihat anak SD dan posyandu. Ini total seluruh masyarakat di DIY,"lanjutnya.
 
Sementara itu,Ketua komisi Eliminasi Campak dan Rubella ,Prof. Dr ES Herini ,Sp. A(K), menuturkan fase pertama pihanya sudah berhasil memvaksin anak dan masyarakat hingga 80,03% di Pulau jawa. Untuk fase kedua ini,pihaknya akan melanjutkan hingga keluar pulau jawa. 
 
Semua ini dilakukan agar tercipta kondisi dimana Campak dan Rubella tidak lagi menjangkiti ibu hamil. 
 
"Dengan menargetkan lebih dari 95 persen masyarakat sudah divaksin,kita ingin menutup jalur penularan Rubbella dari Ibu hamil ke anak yang dikandungnya,"ujar Herini.
 
Dari komisi pengawas pasca imunisasi DIY,Dr. Mei Neni Sitaresmi,S.pk, menyampaikan pemberian vaksin MR harus dilakukan meski pasien atau masyarakat sudah diberi vaksin Campak sebelumnya. Tujuannya adalah untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga mampu menolak virus MR.| Syidiq Syaiful Ardli
back to top