Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Haedar: Wapres layak dinobatkan sebagai Bapak Perdamaian dan Kebhinekaan

Haedar: Wapres layak dinobatkan sebagai Bapak Perdamaian dan Kebhinekaan

AMBON-KoPi| Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyatakan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat layak dinobatkan oleh Muhammadiyah sebagai Bapak Perdamaian dan Kebhinekaan, jika melihat dari apa yang sudah dilakukan oleh Jusuf Kalla terhadap perdamaian dan kebhinekaan bangsa Indonesia.

“Apa yang dilakukan Pak JK dalam hal perdamaian dan kebhinekaan, bukanlah retorika semata. Pak JK telah memberikan perjalanan emas bagi bangsa ini,” kata Haedar, Ahad (26/2) dalam penutupan Tanwir Muhammadiyah yang diselenggarakan di Gedung Islamic Center Ambon.

Dalam kesempatan tersebut, Haedar juga menegaskan bahwa Muhammadiyah akan tetap berkomitmen melalui spirit Islam berkemajuan dan akan mengapresiasi langkah tokoh bangsa untuk tegaknya persatuan dan kemajuan bangsa.

Selain itu, Haedar juga mengatakan bahwa budaya akan menjadi pilar Muhammadiyah dalam menegakkan Indonesia berkemajuan.

“Muhammadiyah akan tetap berdiri sebagai dakwah non politis prtaktis,te tapi juga menegakan kebangsaan dan keumatan yang mencerahkan dan memajukan tanah air,” tegas Haedar.

Pada penutupan tersebut, Jusuf Kalla juga menyatakan akan memberikan bantuan dana 5 Miliar Rupiah untuk membantu proses pembangunan Universitas Muhammadiyah Ambon dan juga Rumah Sakit Muhammadiyah Ambon.

Dalam kesempatan tersebut Haedar juga menyampaikan 10 karakter Muhammadiyah.

1. Muhammadiyah senantiasa beramal dan bertujuan untuk damai dan sejahtera
2. Muhammadiyah selalu perbanyak kawan dan ukhuwah islamiyah
3. Muhammadiyah senantiasa lapang dada dan memegang teguh ajaran islam
4. Muhammadiyah adalah gerakan keagamaan dan kemasyarakatan
5. Muhammadiyah senantiasa mengindahkan segala hukum, peraturan dan negara yang sah
6. Muhammadiyah senantiasa menjalankan misi amar ma’ruf nahi munkar dan menjadi contoh teladan yang baik
7. Muhammadiyah aktif dalam perkembangan masyarakat dan pembangunan sesuai islam
8. Muhammadiyah bekerjasama dengan golongan lain dalam mewujudkan syiar dakwah
9. Muhammadiyah membantu pemerintah serta bekerjasama dengan golongan lain untuk memelihara masyarakat yang adil dan makmur
10. Muhammadiyah bersifat adil dan korektif dan bijaksana

Penutupan Tanwir ditutup secara langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan turut hadir dalam acara tersebut Mufida Kalla, istri Wakil Presiden JK, Gubernur Maluku, serta Wakil Gubernur Maluku.

back to top