Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Haedar: Wapres layak dinobatkan sebagai Bapak Perdamaian dan Kebhinekaan

Haedar: Wapres layak dinobatkan sebagai Bapak Perdamaian dan Kebhinekaan

AMBON-KoPi| Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyatakan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat layak dinobatkan oleh Muhammadiyah sebagai Bapak Perdamaian dan Kebhinekaan, jika melihat dari apa yang sudah dilakukan oleh Jusuf Kalla terhadap perdamaian dan kebhinekaan bangsa Indonesia.

“Apa yang dilakukan Pak JK dalam hal perdamaian dan kebhinekaan, bukanlah retorika semata. Pak JK telah memberikan perjalanan emas bagi bangsa ini,” kata Haedar, Ahad (26/2) dalam penutupan Tanwir Muhammadiyah yang diselenggarakan di Gedung Islamic Center Ambon.

Dalam kesempatan tersebut, Haedar juga menegaskan bahwa Muhammadiyah akan tetap berkomitmen melalui spirit Islam berkemajuan dan akan mengapresiasi langkah tokoh bangsa untuk tegaknya persatuan dan kemajuan bangsa.

Selain itu, Haedar juga mengatakan bahwa budaya akan menjadi pilar Muhammadiyah dalam menegakkan Indonesia berkemajuan.

“Muhammadiyah akan tetap berdiri sebagai dakwah non politis prtaktis,te tapi juga menegakan kebangsaan dan keumatan yang mencerahkan dan memajukan tanah air,” tegas Haedar.

Pada penutupan tersebut, Jusuf Kalla juga menyatakan akan memberikan bantuan dana 5 Miliar Rupiah untuk membantu proses pembangunan Universitas Muhammadiyah Ambon dan juga Rumah Sakit Muhammadiyah Ambon.

Dalam kesempatan tersebut Haedar juga menyampaikan 10 karakter Muhammadiyah.

1. Muhammadiyah senantiasa beramal dan bertujuan untuk damai dan sejahtera
2. Muhammadiyah selalu perbanyak kawan dan ukhuwah islamiyah
3. Muhammadiyah senantiasa lapang dada dan memegang teguh ajaran islam
4. Muhammadiyah adalah gerakan keagamaan dan kemasyarakatan
5. Muhammadiyah senantiasa mengindahkan segala hukum, peraturan dan negara yang sah
6. Muhammadiyah senantiasa menjalankan misi amar ma’ruf nahi munkar dan menjadi contoh teladan yang baik
7. Muhammadiyah aktif dalam perkembangan masyarakat dan pembangunan sesuai islam
8. Muhammadiyah bekerjasama dengan golongan lain dalam mewujudkan syiar dakwah
9. Muhammadiyah membantu pemerintah serta bekerjasama dengan golongan lain untuk memelihara masyarakat yang adil dan makmur
10. Muhammadiyah bersifat adil dan korektif dan bijaksana

Penutupan Tanwir ditutup secara langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan turut hadir dalam acara tersebut Mufida Kalla, istri Wakil Presiden JK, Gubernur Maluku, serta Wakil Gubernur Maluku.

back to top