Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Haedar Nashir : Sesama Muslim Hendaknya Saling Menahan Diri

Haedar Nashir : Sesama Muslim Hendaknya Saling Menahan Diri

Jogja-KoPi| Umat Islam, termasuk warga Muhammadiyah, saat ini benar-benar diuji. Dalam menghadapi kasus Ahok, bukan hanya banyak yang berbeda cara dan strategi, tetapi mungkin juga ada yang berbeda pemahaman atau pandangan. Kondisi seperti ini sering terjadi dalam kehidupan umat Islam di mana pun sepanjang sejarah.



Selain itu, jika menyangkut beda paham dan pandangan, masalah yang dihadapi biasanya dapat menjadi rumit dan kian mengeras, bahkan sering sulit dipertemukan. Lebih-lebih manakala unsur politik juga masuk di dalamnya, maka nuansanya dapat semakin tajam.

Dalam suasana yang demikian, Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah mengatakan, diperlukan sikap sabar yang superekstra dalam menanggapi hal tersebut. “Maka, sungguh diperlukan sikap lapang hati untuk saling menahan diri. Jangan terus saling menyudutkan, menyalahkan, dan menegasikan satu sama lain,” pungkas Haedar ketika ditemui pada Kamis (10/11).

Haedar melanjutkan, saat ini sesama umat Islam benar-benar sedang diuji kesabaran dan kebatahan dirinya. Karena itu ia menyarankan agar umat Islam dapat membuktikan ukhuwah Islam seiman di kala susana berat seperti ini. Para tokoh Islam juga diharapkan dapat saling tasamuh dan menenangkan suasana dengan menyiramkan air sejuk di hati umat.

“Media sosial juga diharapkan jangan menjadi ajang kian memanaskan hati dan suasana. Semuanya diharapkan lebih seksama, bertabayun, dan bersabar. Jangan mudah terpancing dan terprovokasi, agar umat Islam keseluruhan tetap terjaga kondusif,” jelasnya.

Haedar juga menegaskan untuk menghindari ujaran dan tindakan yang dapat saling mencedarai hati satu sama lain. Jauhi tindakan yang dapat merugikan sesama umat Islam sendiri. Maruah atau kehormatan Islam sungguh dipertaruhkan dalam menghadapi situasi pelik seperti sekarang ini. Belajar diam dan menahan diri sebagaimana tuntunan Nabi jauh lebih utama.

“Tantangan kita umat Islam sungguh berat. Jika di tubuh umat sendiri centang peranang, malah tidak elok. Mari praktikkan ukhuwah dan akhlak mulia ke dalam dan ke luar di kala menghadapi ujian berat seperti ini,” tutup Haedar.

back to top