Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Gus Ipul Optimis Wayang Kulit Tidak Akan Punah

Gus Ipul  Optimis  Wayang Kulit Tidak Akan Punah
 SURABAYA -Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf  atau yang lebih akrab disapa Gus Ipul merasa optimis,  wayang kulit sebagai salah satu seni budaya tradisional warisan para leluhur tidak akan pernah punah. 
 
Perasaan optimis, bangga dan bahagia   terungkap ketika  melihat kenyataan bahwa  pagelaran wayang kulit merupakan tontonan yang selalu dinanti oleh masyarakat. Tidak hanya ditonton generasi sepuh tetapi juga selalu dipadati oleh generasi muda penerus bangsa dan pelestari seni budaya leluhur. 
 
Hal tersebut diungkapkan saat  nonton Festival Wayang Kulit 2017 di Lapangan Desa Slorok Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang, Rabu (13/9) Malam.
 
 “Pada malam hari ini saya sangat bangga dan bahagia, karena yang nonton wayang kulit  bukan hanya orang sepuh, tetapi juga dipenuhi para generasi muda. Disamping itu ditonton juga para tokoh agam, tokoh masyarakat, pegawai, pedagang, petani. Semua berkumpul menjadi satu” ungkapnya. 
 
Oleh karena itu lanjutnya, pagelaran wayang kulit selain merawat warisan budaya juga sebagai wadah pemersatu seluruh golongan yang ada di masyarakat. Selain itu tidak hanya sebagai tontonan, tetapi setiap lakon yang digelar selalu mengandung tuntunan hidup. 
 
Sebagai pemersatu bangsa,   karena yang melihat dari berbagai kalangan. Mulai dari masyarakat umum, pejabat, pelaku usaha, tokoh masyarakat, aparat kamanan, tua dan muda bersatu, duduk bersama, tidak ada perbedaan.
 
Pada malam itu pagelaran wayang kulit menggelar lakon Dwikara Binangun dengan dalang Ki Anom Suroto dan Ki Bayu Aji. Sedangkan Sinden Tamu Eka Kebumen, Lawak limbukan diisi oleh Gareng Semarang , Tatok dan Silo. 
 
Pada kesempatan yang sama Gus Ipul berkesempatan menyerahkan Trophy Gus Ipul Cup yaitu turnamen sepak bola antar desa yang diadakan mulai tanggal 23 Agustus – 10 September 2017 di Stadion Gelora Desa Slorok Kecamatan Kromengan  Kabupaten Malang.
 
Sebagai pemenang Juara I Nampang FC Slorok, Juara II Galaksi Kesamben Blitar, Juara III Ganesha Karangkates dan sebagai Juara IV Persatuan Sepak Bola Jatikerto. (humaspemprov/dw).
 
Surabaya, 13 September  2017
KEPALA BIRO HUMAS DAN PROTOKOL
TTD
Drs. Benny Sampirwanto, M.Si.
NIP. 19650718 199003 1 005
 
back to top