Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Gus Ipul Optimis Wayang Kulit Tidak Akan Punah

Gus Ipul  Optimis  Wayang Kulit Tidak Akan Punah
 SURABAYA -Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf  atau yang lebih akrab disapa Gus Ipul merasa optimis,  wayang kulit sebagai salah satu seni budaya tradisional warisan para leluhur tidak akan pernah punah. 
 
Perasaan optimis, bangga dan bahagia   terungkap ketika  melihat kenyataan bahwa  pagelaran wayang kulit merupakan tontonan yang selalu dinanti oleh masyarakat. Tidak hanya ditonton generasi sepuh tetapi juga selalu dipadati oleh generasi muda penerus bangsa dan pelestari seni budaya leluhur. 
 
Hal tersebut diungkapkan saat  nonton Festival Wayang Kulit 2017 di Lapangan Desa Slorok Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang, Rabu (13/9) Malam.
 
 “Pada malam hari ini saya sangat bangga dan bahagia, karena yang nonton wayang kulit  bukan hanya orang sepuh, tetapi juga dipenuhi para generasi muda. Disamping itu ditonton juga para tokoh agam, tokoh masyarakat, pegawai, pedagang, petani. Semua berkumpul menjadi satu” ungkapnya. 
 
Oleh karena itu lanjutnya, pagelaran wayang kulit selain merawat warisan budaya juga sebagai wadah pemersatu seluruh golongan yang ada di masyarakat. Selain itu tidak hanya sebagai tontonan, tetapi setiap lakon yang digelar selalu mengandung tuntunan hidup. 
 
Sebagai pemersatu bangsa,   karena yang melihat dari berbagai kalangan. Mulai dari masyarakat umum, pejabat, pelaku usaha, tokoh masyarakat, aparat kamanan, tua dan muda bersatu, duduk bersama, tidak ada perbedaan.
 
Pada malam itu pagelaran wayang kulit menggelar lakon Dwikara Binangun dengan dalang Ki Anom Suroto dan Ki Bayu Aji. Sedangkan Sinden Tamu Eka Kebumen, Lawak limbukan diisi oleh Gareng Semarang , Tatok dan Silo. 
 
Pada kesempatan yang sama Gus Ipul berkesempatan menyerahkan Trophy Gus Ipul Cup yaitu turnamen sepak bola antar desa yang diadakan mulai tanggal 23 Agustus – 10 September 2017 di Stadion Gelora Desa Slorok Kecamatan Kromengan  Kabupaten Malang.
 
Sebagai pemenang Juara I Nampang FC Slorok, Juara II Galaksi Kesamben Blitar, Juara III Ganesha Karangkates dan sebagai Juara IV Persatuan Sepak Bola Jatikerto. (humaspemprov/dw).
 
Surabaya, 13 September  2017
KEPALA BIRO HUMAS DAN PROTOKOL
TTD
Drs. Benny Sampirwanto, M.Si.
NIP. 19650718 199003 1 005
 
back to top