Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Guru BK cabuli murid gunakan tokoh fiktif sebagai dalih

Guru BK cabuli murid gunakan tokoh fiktif sebagai dalih
Bantul-KoPi|Terkait dugaan kasus asusila siswi dibawah umur oleh Guru Bimbingan Konseling (BK)di sebuah Mts negeri Bantul, Orang tua korban sampaikan pelaku berdalih gunakan tokoh fiktif untuk menutupi perbuatannya.
 
Wina ,orang tua korban asusila inisial A,menjelaskan pelaku Poniman menggunakan tokoh fiktif bernama Rio. Nama Rio ini menjadi kedoknya agar terhindar dari tuduhan perbuatan asusila dibawah umur.
 
" Kata Guru BK ini, Rio adalah seseorang yang berasal dari Magelang dan bukan siswa satu Mts dengan anak saya. Namun ternyata setelah saya telusuri tidak ada yang namanya Rio,"kata Wina di Kantor Jogja Police Watch,Kamis (6/7).
 
Wina memaparkan nama Rio ini disebut oleh pelaku untuk didepan diri orang tua Korban dan berusaha menjelaskan situasi korban A yang hamil dengan usia kehamilan 6 bulan pada Bulan Juni lalu.
 
Ia melanjutkan, saat itu sang guru berusaha menerangkan bahwa  Rio lah yang menghamili korban A. Namun Guru BK tersebut menyatakan dirinya lah yang akan bertanggung jawab atas bayi yang dikandung A.
 
"Guru BK ini mengarang cerita kalo Rio lah yang menghamili korban. Ia juga mengatakan dirinya bertanggung jawab atas hamilnya anak saya,"lanjutnya.
 
Dengan kedok tersebut sehingga terciptalah bahwa motif bahwa korban dihamili orang lain bukan oleh sang Pelaku.p. Nama guru BK tersebut diharapkan olehnya  bersih dari tuduhan pencabulan dibawah umur.
 
Tidak hanya itu, berdasarkan paparan korban si A, ia diminta oleh pelaku untuk membantunya dengan menyetujui kedok Rio. Korban pun diming-imingi untuk dinikahinya jika menurut
 
Sang pelaku menjelaskan kepada korban bahwa tujuan cara ini,tidak hanya membersihkan namanya,namun juga cara ini juga dapat menjaga nama baik sekolah.
 
"Ia mengirim pesan SMS ke anak saya dengan isi 'jangan memberitahu siapapun agar sekolah tidak hancur',"terang Wina
 
Berdasarkan ini pula, ia melaporkan kasus ini dengan tuduhan perbuatan asusila dibawah umur hingga mengarah kehamilan ke Polres Bantul pada tanggal 18 Juni lalu.
 
Wina berharap agar bantuan hukum oleh JPW dan pelaporan ini dapat memberatkan hukuman pelaku atas tindak asusila pelaku yang merusak masa depan anaknya.
 
Sang korban A juga berharap agar pelaku dapat dihukum seberat-beratnya atas tindakannya.
 
"Harapannya dapat dihukum seberatnya-berat, saya sendiri sedih karena tidak bisa melanjutkan sekolah,"tandasnya.| Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top