Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Guru Besar Ekonomi UI persoalkan dilema impor beras

Guru Besar Ekonomi UI persoalkan dilema impor beras

Jogjakarta-KoPi| “Harga beras di Indonesia jauh lebih tinggi dari harga internasional, dahulu kalau fluktuasi harga internasional harga beras di nasional cenderung stabil, kini malah sebalikya harga beras di internasional stabil harga di nasional tidak stabil,” kata Guru Besar Ekonomi UI, Mohamad Ikhsan.

Selain masalah harga, sejak masa Orde Baru permasalahan beras selalu menjadi perbincangan hangat. Hal lain yang turut mejadi sorotan tentang ketersediaan beras dan korelasinya dengan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Menurut Mohamad Ikhsan berdasarkan data Badan Pusat Statistik produksi beras nasional saat ini belum mencukupi kebutuhan rakyat nasional. “Dalam keadaan normal pun beras ga cukup, indeks beras kita -0,67,” saat mengisi Ekonomi Talks Telaah Kebijakan Perberasan dan Dampaknya di Indonesia di Gedung Pertamina Tower FEB UGM pukul 13.00 WIB.

Sementara produksi beras yang menjadi variabel pangan utama masyarakat terus menurun, seiring dengan buruknya cuaca dan bertambahnya konsumsi beras. Seperti dampak cuaca seperti El Nino yang akan melanda wilayah Indonesia. Mohamad Ikhsan memprediksi El Nino berupa kekeringan panjang berimbas pada perununan produksi pertanian.

“Dampak El Nino terhadap produksi pangan akan menurun. Kalau data tahun 2010 lalu terjadi devisiasi sekitar 4,1%, produksi beras drop 1,76 juta ton,” jelas Mohamad Ikhsan yang juga menjabat Staf Ahli Wakil Presiden RI.

Dalam hal ini Mohamad Ikhsan mendukung kebijakan pemerintah untuk impor beras, menutup kekhawatiran ketersediaan beras, “Data ini pijakan untuk mengambil keputusan, mau tidak mau harus impor.”

Meski mendukung kebijakan impor beras, namun di sisi lain Mohamad Ikhsan mengkhawatirkan posisi para petani. Mohamad Ikhsan mempertegas peran pemerintah memberikan solusi terhadap persoalan krisis pangan.
 
“Pemeritah dalam hal ini harus tegas siapa yang mau diproteksi peningkatan kesejahteraan produksi atau para petani,” pungkasnya. |Winda Efanur FS|

back to top