Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Gunting, sendok, dan garpu beradu di tahu telor Pak Jayen

Gunting, sendok, dan garpu beradu di tahu telor Pak Jayen
Surabaya – KoPi. Di antara keriuhan denting piring dengan sendok dan garpu, terdengar suara gunting besar memotong berbagai bahan makanan seperti tahu, telur dadar, kentang, dan lontong. Gunting besar tampaknya bukan benda yang cocok untuk berada di sebuah tempat makan. Namun, gunting menjadi bagian tak terpisahkan dari makanan ini.
 

Ya, suara gunting yang memotong-motong bahan makanan menjadi asal nama ‘tahu tek’. Makanan khas Lamongan ini kadang juga disebut dengan tahu telur. Tahu telur merupakan makanan yang berisi potongan lontong, tahu, telur dadar, kentang, dan kecambah pendek, kemudian disiram dengan bumbu petis yang melimpah. Pedagang tahu tek atau tahu telur banyak dijumpai di Kota Surabaya, mulai dari pedagang keliling, kaki lima, hingga di mall-mall.

Salah satu depot tahu telur yang menjadi favorit warga Surabaya adalah Tahu Telor Pak Jayen yang berlokasi di kawasan Dharma Husada Indah. Warungnya yang buka mulai pukul 5 sore selalu ramai oleh pengunjung. Padahal, warung tersebut berbagi tempat dengan sebuah bengkel cuci mobil. Fauzi, salah seorang karyawan Pak Jayen mengatakan, dalam sehari depot ini biasanya menghabiskan delapan baskom besar petis.

Namun, jangan mengira pengunjung akan dilayani oleh Pak Jayen sendiri. Depotnya selalu dijalankan oleh karyawan Pak Jayen. Ada yang sibuk meramu bumbu, ada yang sibuk menggoreng tahu, telur, dan kentang, ada pula yang sibuk memotong-motong isi bahan tahu telur dengan menggunakan gunting besar. 

Tahu telur Pak Jayen ini memang istimewa. Meskipun petisnya sangat melimpah, namun rasa petisnya tidak menyengat. Pengunjung bebas memilih berapa jumlah cabe yang dicampurkan dalam bumbu. Berapa pun cabe yang diminta pengunjung, pasti akan dilayani. Porsinya yang besar pasti akan membuat pengunjung pulang dengan perut penuh dan senyum puas.

Fauzi mengatakan, Pak Jayen sudah berjualan tahu telur sejak 25 tahun lalu. “Dulu sebelum buka depot seperti ini Pak Jayen biasanya ngonthel dengan gerobaknya,” cerita Fauzi. Kini, Pak Jayen tidak lagi berkeliling dengan gerobak. Bahkan ia sudah membuka depot kedua di jalan Dharma Husada.

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

 

back to top