Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Gunting, sendok, dan garpu beradu di tahu telor Pak Jayen

Gunting, sendok, dan garpu beradu di tahu telor Pak Jayen
Surabaya – KoPi. Di antara keriuhan denting piring dengan sendok dan garpu, terdengar suara gunting besar memotong berbagai bahan makanan seperti tahu, telur dadar, kentang, dan lontong. Gunting besar tampaknya bukan benda yang cocok untuk berada di sebuah tempat makan. Namun, gunting menjadi bagian tak terpisahkan dari makanan ini.
 

Ya, suara gunting yang memotong-motong bahan makanan menjadi asal nama ‘tahu tek’. Makanan khas Lamongan ini kadang juga disebut dengan tahu telur. Tahu telur merupakan makanan yang berisi potongan lontong, tahu, telur dadar, kentang, dan kecambah pendek, kemudian disiram dengan bumbu petis yang melimpah. Pedagang tahu tek atau tahu telur banyak dijumpai di Kota Surabaya, mulai dari pedagang keliling, kaki lima, hingga di mall-mall.

Salah satu depot tahu telur yang menjadi favorit warga Surabaya adalah Tahu Telor Pak Jayen yang berlokasi di kawasan Dharma Husada Indah. Warungnya yang buka mulai pukul 5 sore selalu ramai oleh pengunjung. Padahal, warung tersebut berbagi tempat dengan sebuah bengkel cuci mobil. Fauzi, salah seorang karyawan Pak Jayen mengatakan, dalam sehari depot ini biasanya menghabiskan delapan baskom besar petis.

Namun, jangan mengira pengunjung akan dilayani oleh Pak Jayen sendiri. Depotnya selalu dijalankan oleh karyawan Pak Jayen. Ada yang sibuk meramu bumbu, ada yang sibuk menggoreng tahu, telur, dan kentang, ada pula yang sibuk memotong-motong isi bahan tahu telur dengan menggunakan gunting besar. 

Tahu telur Pak Jayen ini memang istimewa. Meskipun petisnya sangat melimpah, namun rasa petisnya tidak menyengat. Pengunjung bebas memilih berapa jumlah cabe yang dicampurkan dalam bumbu. Berapa pun cabe yang diminta pengunjung, pasti akan dilayani. Porsinya yang besar pasti akan membuat pengunjung pulang dengan perut penuh dan senyum puas.

Fauzi mengatakan, Pak Jayen sudah berjualan tahu telur sejak 25 tahun lalu. “Dulu sebelum buka depot seperti ini Pak Jayen biasanya ngonthel dengan gerobaknya,” cerita Fauzi. Kini, Pak Jayen tidak lagi berkeliling dengan gerobak. Bahkan ia sudah membuka depot kedua di jalan Dharma Husada.

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

 

back to top