Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Gubernur Jatim sayangkan pembekuan empat kampus

Gubernur Jatim sayangkan pembekuan empat kampus
Surabaya-KoPi| Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Natsir akhirnya mengambil tindakan tegas terhadap empat universitas di Jawa Timur yang bermasalah hukum. Seluruh aktivitas di keempat universitas tersebut dibekukan lantaran menyalahi prosedur penyelenggaraan Perguruan Tinggi.
 

Keempat universitas tersebut adalah Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Ronggolawe Tuban, IKIP PGRI Jember, dan IKIP Budi Utomo Malang. Keempat universitas tersebut dicurigai telah melakukan penjualan ijazah palsu dan sedang dalam proses penyelidikan. Rektor di Universitas Nusantara PGRI Kediri dan Universitas Ronggolawe Tuban telah diberhentikan karena kasus tersebut.

Ditemui di ruang kerjanya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyayangkan tindakan Kemenristek Dikti yang membekukan keempat universitas tersebut. Menurutnya, hal itu lebih banyak merugikan mahasiswa. Idealnya Kemenristek Dikti memberikan waktu bagi kampus yang bermasalah hukum untuk melengkapi semua kekurangan. Penutupan kampus yang secara tiba-tiba justru dapat menimbulkan dampak negatif, baik pada mahasiswa maupun masyarakat sekitar.

"Perlu dipikirkan untuk memberi bantuan. Karena ini adalah masalah pendidikan, jadi perlu ada pembinaan. Kalau langsung ditutup kasihan, karena di sana ada mahasiswa, ada dosen, dan ada pegawai," tutur Soekarwo.

back to top