Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Gubernur Jatim sayangkan pembekuan empat kampus

Gubernur Jatim sayangkan pembekuan empat kampus
Surabaya-KoPi| Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Natsir akhirnya mengambil tindakan tegas terhadap empat universitas di Jawa Timur yang bermasalah hukum. Seluruh aktivitas di keempat universitas tersebut dibekukan lantaran menyalahi prosedur penyelenggaraan Perguruan Tinggi.
 

Keempat universitas tersebut adalah Universitas Nusantara PGRI Kediri, Universitas Ronggolawe Tuban, IKIP PGRI Jember, dan IKIP Budi Utomo Malang. Keempat universitas tersebut dicurigai telah melakukan penjualan ijazah palsu dan sedang dalam proses penyelidikan. Rektor di Universitas Nusantara PGRI Kediri dan Universitas Ronggolawe Tuban telah diberhentikan karena kasus tersebut.

Ditemui di ruang kerjanya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyayangkan tindakan Kemenristek Dikti yang membekukan keempat universitas tersebut. Menurutnya, hal itu lebih banyak merugikan mahasiswa. Idealnya Kemenristek Dikti memberikan waktu bagi kampus yang bermasalah hukum untuk melengkapi semua kekurangan. Penutupan kampus yang secara tiba-tiba justru dapat menimbulkan dampak negatif, baik pada mahasiswa maupun masyarakat sekitar.

"Perlu dipikirkan untuk memberi bantuan. Karena ini adalah masalah pendidikan, jadi perlu ada pembinaan. Kalau langsung ditutup kasihan, karena di sana ada mahasiswa, ada dosen, dan ada pegawai," tutur Soekarwo.

back to top