Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Gubenur Kaltim cabut izin dua perusahaan pengancam lumba-lumba Mahakam

Gubenur Kaltim cabut izin dua perusahaan pengancam lumba-lumba Mahakam

Samarinda-KoPi|Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak akhirnya mencabut izin 2 perusahaan di bawah naungan Gunung Bayan Resources, yakni PT Fajar Sakti Prima (FSP) dan Bara Tabang (21/8) karena terbukti melanggar Dokumen Analinsa Dampak Lingkungan (AMDAL) yang seharusnya melintas di Sungai Belayan saja, bukan di Sungai Kedang Kepala. Selain itu mereka juga melanggar kapasitas yang seharusnya hanya 2700 ton, namun di lapangan ternyata memuat 8000 ton.

Selain itu, dengan masuknya Ponton Batubara di Sungai Kedang Kepala dikhawatirkan akan mengganggu habitat pesut Mahakam atau lumba-lumba Sungai Mhakam yang sering muncul di situ, mengganggu kawasan lahan Gambut, serta merusak ratusan keramba ikan milik warga.

Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris / Irrawady Dolphin) merupakan satwa langka yang dilindungi pemerintah melalui UU dan dinyatakan sebagai satwa yang terancam punah oleh IUCN. Populasi mereka yang tersisa 86 ekor harus dilindungi dan dilestarikan semua pihak sehingga tidak punah seperti Baiji yang ada di sungai Cina. Pesut Mahakam juga terdapat di Myanmar dan Kamboja, namun dengan status yang sama dengan yang ada di Indonesia, yakni sama - sama terancam punah.

Beberapa aktivis lingkungan hidup dan ormas gabungan seperti Jatam Kaltim, Komunitas Save The Mahakam Dolphin, menyambut gembira keputusan tegas Gubenur Kaltim tersebut dan mengucapkan terima kasih pada masyarakat yang telah mendukung gerakan penyelamatan lumba-lumba air tawar Mahakam.

Sebelumnya, 19 Agustus 2015 lalu, perwakilan tersebut ialah Merah Johansyah (Jatam), Innal Rahman dan Septy Adji (Komunitas Save the Mahakam Dolphin) bertemu Gubenur Awang Faroek untuk mendesak pembekuan perusahaan-perusahaan yang mengancam kelestarian lumba-lumba Mahakam.

back to top