Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Gubenur Kaltim cabut izin dua perusahaan pengancam lumba-lumba Mahakam

Gubenur Kaltim cabut izin dua perusahaan pengancam lumba-lumba Mahakam

Samarinda-KoPi|Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak akhirnya mencabut izin 2 perusahaan di bawah naungan Gunung Bayan Resources, yakni PT Fajar Sakti Prima (FSP) dan Bara Tabang (21/8) karena terbukti melanggar Dokumen Analinsa Dampak Lingkungan (AMDAL) yang seharusnya melintas di Sungai Belayan saja, bukan di Sungai Kedang Kepala. Selain itu mereka juga melanggar kapasitas yang seharusnya hanya 2700 ton, namun di lapangan ternyata memuat 8000 ton.

Selain itu, dengan masuknya Ponton Batubara di Sungai Kedang Kepala dikhawatirkan akan mengganggu habitat pesut Mahakam atau lumba-lumba Sungai Mhakam yang sering muncul di situ, mengganggu kawasan lahan Gambut, serta merusak ratusan keramba ikan milik warga.

Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris / Irrawady Dolphin) merupakan satwa langka yang dilindungi pemerintah melalui UU dan dinyatakan sebagai satwa yang terancam punah oleh IUCN. Populasi mereka yang tersisa 86 ekor harus dilindungi dan dilestarikan semua pihak sehingga tidak punah seperti Baiji yang ada di sungai Cina. Pesut Mahakam juga terdapat di Myanmar dan Kamboja, namun dengan status yang sama dengan yang ada di Indonesia, yakni sama - sama terancam punah.

Beberapa aktivis lingkungan hidup dan ormas gabungan seperti Jatam Kaltim, Komunitas Save The Mahakam Dolphin, menyambut gembira keputusan tegas Gubenur Kaltim tersebut dan mengucapkan terima kasih pada masyarakat yang telah mendukung gerakan penyelamatan lumba-lumba air tawar Mahakam.

Sebelumnya, 19 Agustus 2015 lalu, perwakilan tersebut ialah Merah Johansyah (Jatam), Innal Rahman dan Septy Adji (Komunitas Save the Mahakam Dolphin) bertemu Gubenur Awang Faroek untuk mendesak pembekuan perusahaan-perusahaan yang mengancam kelestarian lumba-lumba Mahakam.

back to top