Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Gubenur Akmil buka seminar nasional di Unnes

Gubenur Akmil buka seminar nasional di Unnes

Semarang-KoPi|Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Hartomo secara resmi membuka acara Seminar Nasional yang diselenggarakan di Gedung Auditorium Rektorat Unnes Semarang. Seminar Nasional tentang Optimalisasi Bela Negara Melalui Konservasi Dalam Menghadapi Persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Sekitar 600 mahasiswa mahasiswi yang terdiri dari 227 Taruna Taruni Akmil dan 373 mahasiswa mahasiswi perwakilan dari Perguruan Tinggi yang berada di wilayah Semarang. Seminar ini merupakan salah satu wujud kerja sama antara Akmil dengan Unnes sebagai implementasi dari Tri Darma Perguruan Tinggi.

Dalam sambutannya Mayjen TNI Hartomo mengatakan, bahwa Optimalisasi Bela Negara bukan semata-mata menjadi tugas TNI, akan tetapi merupakan kewajiban seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), apapun profesinya sebagai bentuk kehormatan Warga Negara Indonesia, guna mewujudkan pengabdian dan sikap rela berkorban terhadap bangsa dan negara.

Oleh karenanya, tema seminar yang dilaksanakan ini juga memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara Pasal 9 Ayat (1), yang berbunyi, ”Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya Bela Negara yang diwujudkan dalam Penyelenggaraan Pertahanan Negara”.

“Bela Negara merupakan kewajiban setiap Warga Negara Indonesia, sejalan dengan potensi ancaman dan tantangan yang semakin berat dan sulit diprediksi dalam menghadapi persaingan MEA,” jelas Gubernur Akmil.
Potensi dan daya tahan dalam menghadapi persaingan MEA akan terbentuk apabila pemuda-pemudi Indonesia memiliki pendidikan yang berkualitas, jiwa nasionalisme yang tinggi, serta memiliki karakter yang kuat untuk menghadapi persaingan MEA. Hal tersebut akan dapat diwujudkan salah satunya adalah melalui optimalisasi Bela Negara.

Atas dasar tersebut, maka Akademi Militer dan Universitas Negeri Semarang, sebagai lembaga pendidikan tinggi yang sama-sama mempunyai kepentingan terhadap dunia pendidikan, memprakarsai acara Seminar Nasional tentang Optimalisasi Bela Negara Melalui Konservasi Dalam Menghadapi Persaingan MEA.

Diakhir sambutannya Gubernur Akmil berharap dengan melalui acara seminar nasional ini diperoleh suatu pokok-pokok pemikiran yang dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam merumuskan konsep strategis dan komprehensif bangsa Indonesia dalam Menghadapi persaingan MEA.

Hadir dalam acara tersebut Rektor Unnes Prof. Fathur Rochman, Wakil Rektor Unnes, Para Pejabat Distribusi Akmil, Para Dosen Unnes serta Para Dosen Akmil.

back to top