Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Gratifikasi dokter, KPK siap menindak

Gratifikasi dokter, KPK siap menindak

Jogjakarta-KoPi| Fakultas Kedokteran UGM menyelenggarakan seminar mengenai gratifikasi dalam profesi dokter. Tindakan gratifikasi yang dilakukan seorang dokter sebenarnya telah melanggar etika Kedokteran sekaligus melanggar hukum.

"Seorang dokter yang telah melakukan gratifikasi secara tidak langsung ia telah melanggar etika dalam kedokteran dan melanggar moral," tutur dr. Nurazid Mahardinata.

Gratifikasi dalam profesi dokter sulit dihindari pasalnya setiap hari ada-ada saja yang memberikan hadiah kepada para dokter, terutama berasal dari perusahaan obat. Untuk itu pematangan etika dan moral dalam diri dokter perlu dilakukan sedini mungkin, sehingga mereka tahu bahwa yang diterimanya termasuk gratifikasi atau kah bukan. Untuk menghadapi hal tersebut akan dibentuk pojok gratifikasi di setiap rumah sakit yang ada di Indonesia.

"Kami menghimbau kepada seluruh rumah sakit untuk memiliki pojok gratifikasi yang berguna sebagai konselor dan untuk mengetahui apakah sesuatu yang diterima seorang doker termasuk gratifikasi ataukah tidak," kata dr. Nurazid Mahardinata.

Seorang dokter yang terbukti melakukan gratifikasi akan diproses secara hukum oleh KPK. Hal ini dikarenakan dokter merupakan salah satu profesi yang memberikan layanan kepada publik dan setiap sesuatu layanan kepada publik dapat dikenai pelanggaran suap dan gratifikasi.

Sedangkan, ukuran seorang dokter melakukan gratifikasi atau tidak dinilai oleh hati dokter itu sendiri. Tidak ada ukuran nilai seorang dokter dapat dikatakan melakukan gratifikasi ataukah tidak, semuanya tergantung kesadaran dari masing-masing dokter.

"KPK dalam hal ini hanya menghimbau apa yang boleh diterima seorang dokter, sedangkan yang tidak tergantung pribadi dari seorang dokter,"jelas dr. Nurazid Mahardinata. |Frenda Yentin|Winda Efanur FS|

back to top