Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Google dan 3 perusahaan telekomunikasi Indonesia terbangkan balon 'internet'

Google dan 3 perusahaan telekomunikasi Indonesia terbangkan balon 'internet'

KoPi|Pejabat Alphabet, termasuk co-founder Sergey Brin, dan perwakilan dari perusahaan Indonesia Telkomsel, XL Axiata Tbk PT (EXCL.JK) dan Indosat Tbk PT (ISAT.JK) menandatangani perjanjian pada Rabu 28 Oktober 2015.
Proyek ini menerbangkan balon bertenaga surya 16.000 kaki (5.000 meter) ke udara untuk memberikan akses Internet melalui sinyal frekuensi radio ke antena terhubung dengan bangunan di tanah.

Proyek Loon adalah bagian dari divisi X rahasia perusahan Alphabet, di mana percobaan perusahaan dengan telah dilakukan jauh-jauh hari. Proyek teknologi ini dijuluki "moonshots" seperti teknologi mobil self-driving nya.

Alfabet dan mitranya akan mengerahkan ratusan balon pada tahun 2016. Untuk menentukan di mana kesenjangan dalam layanan komunikasi sebelum layanan skala penuh diluncurkan.

Sebelumnya perusahaan teknologi AS telah melakukan uji coba di Brazil, Selandia Baru dan Australia, tetapi dengan hanya satu operator.

Wakil Presiden Mike Cassidy mengatakan kemitraan dengan Indonesia menandai pertama kalinya ia akan mengirim sinyal dari beberapa perusahaan telekomunikasi melalui balon tunggal.

“Cara yang lebih murah untuk menawarkan layanan Internet, terutama untuk menjagkau daerah yang memiliki "hutan  dan pulau-pulau seperti Indonesia,” kata Cassidy.

Cassidy menambahkan perusahaan telekomunikasi akan menggunakan masa percobaan untuk menentukan harga dan penagihan sementara Google berhasil masalah teknis.
|reuters.com |Winda Efanur FS|

back to top