Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

GKR Hemas: mbok ya sayuran jangan dijual di supermarket

GKR Hemas: mbok ya sayuran jangan dijual di supermarket

Yogyakarta-KoPi, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, istri Sultan Hamengkubowono X berkunjung ke pasar tradisional Beringharjo, Malioboro, Yogyakarta pada hari Kamis kurang lebih jam 10.00 Wib (3/4/2014).

Kedatangan Ratu Hemas disambut gembira oleh para pedagang yang ada di sana. Para pedagang pun menghampiri sang Ratu untuk bersalaman menyambutnya.


Ratu Hemas sangat mengapresiasi para pedagang di pasar tradisional Beringharjo dan menyemangati para pedagang dan pekerja yang ada di sana.


“Yang pertama untuk pedagang-pedagang yang ada di tempat sayuran tadi, itu saya lihat bahwa mereka sangat ulet karena mulai berjualan dari jam 4 pagi,” ungkapnya.


Ratu juga mengomentari produk-produk kerajinan Jogja yang di jual di pasar tersebut. Menurutnya produk kerajinan bisa menjadi minat yang luar biasa di dalam penjualannya.


“Memang saya harap pasar ini juga ada promosi supaya mereka juga tahu bahwa di lantai dua ini ada barang-barang handy craft (kerajinan tangan),” harapnya.


Ratu juga sangat mendukung produk-produk tradisional menanggapi supermarket yang semakin meluas.


“Kita memang harus mengharapkan seperti sayuran dan sebagainya itu mbok ya jangan dijual di supermarket, karena pasar tradisional yang menjual sayuran itu masih mengharapkan punya nilai lebih di pasar tradisional. Jadi saya kira supermarket bisa menjual yang lainnya lah,” tegas Ratu.


Reporter: Fahrurrazi

back to top