Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Genjot sektor pariwisata, Dinpar luncurkan 'paket hemat'

Ketua ASITA DIY Ketua ASITA DIY

Jogjakarta-KoPi| Dalam periode tahun 2015 lalu angka wisatawan Jogja mencapai 13 juta orang. Kebanyakan didominasi dari wisatawan domestik luar daerah dan sisanya wisatawan mancanegara.

Ketua Asiosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA) DIY, Udi Sudyanto mengapresiasi tinggi pencapaian sektor pariwisata DIY. Udi memandang pencapaian tersebut tidak terlepas dari kejasama antara Dinpar dengan jajarannya.

Bahkan Udi membocorkan Dinpar akan meluncurkan paket hemat. Paket hemat merupakan strategi baru menggenjot wisatawan datang ke Jogjakarta. Konsep baru ini mengemas destinasi-destinasi wisata unggulan di Jogja, yang berupa kombinasi wisata unggulan atau destinasi wisata baru; seperti wisata baru di Kabupaten Sleman dan Kulonprogo.

"Tadi pagi Dinas Pariwisata DIY, kota, ASITA, hotel, pengusaha transport, mengusulkan paket wisata hemat. Mungkin Februari akan diluncurkan,"jelas Udi saat ditemui dihotel Grove pada Jumat, 22 Januari 2016.

Pengembangan paket hemat nanti akan mengintegrasikan travel, penginapan dan restoran. Nantinya terjadi kesinambungan antara lembaga dan asosiasi yang bergerak di bidang pariwisata.

Sementara terkait dengan era Masyarakat Ekonomi ASEAN, Udi menganggapnya sebagai tantangan sekaligus ancaman.
Dengan melihat perkembangan wisata lokal DIY, Udi optimis sektor pariwisata DIY mampu bersaing dalam MEA. Kunci menghadapi MEA dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.

Selain itu pemerintah daerah juga turut menurunkan kebijakan yang pro pekerja sektor pariwisata. "Kita ada di anggota di ASEAN, takutnya kalah modal dari mereka, pemerintah di sini harus buat kebijakan yang melindungi pengusaha lokal, hotel lokal, peraturan apapun,"kata Udi. |Winda Efanur FS|

back to top